Top
Begin typing your search above and press return to search.

Salesforce luncurkan Agentforce 2.0 sebagai platform karyawan digital untuk perusahaan

Perusahaan Artificial Intelligence Customer Relationship Management (AI CRM), Salesforce meluncurkan Agentforce 2.0 versi mutakhir dari Agentforce yakni platform karyawan digital untuk perusahaan. 

Salesforce luncurkan Agentforce 2.0 sebagai platform karyawan digital untuk perusahaan
X
Sumber foto: Radio Elshinta/ Rizky Rian Saputra

Elshinta.com - Perusahaan Artificial Intelligence Customer Relationship Management (AI CRM), Salesforce meluncurkan Agentforce 2.0 versi mutakhir dari Agentforce yakni platform karyawan digital untuk perusahaan.

Pendiri dan CEO Salesforce, Marc Benioff mengatakan bahwa Agentforce merupakan sistem AI untuk penerapan augmentasi tim di dalam sebuah perusahaan dengan dukungan agen AI otonom tepercaya yang menyatu dalam alur kerja perusahaan.

“Agentforce 2.0 merupakan revolusi dari platform pekerja digital Salesforce digital yang dilengkapi dengan kapabilitas untuk melakukan reasoning paling mutakhir dan integrasi, serta dengan fitur-fitur canggih untuk mengoptimalkan performa agen-agen otonom dengan tingkat kecerdasan, presisi, dan akurasi yang kian tinggi,” ucap Marc Benioff, seperti yang dilaporkan Reporter Elshinta Rizki Rian Saputra.

Adapun, Agentforce 2.0 hadir dengan library terbaru yang menampilkan beragam skill yang sudah siap pakai dan memungkinkan pengintegrasian dengan workflow yang ada sehingga proses kustomisasi menjadi kian cepat.



Platform ini juga dilengkapi dengan kemampuan untuk penggelaran Agentforce di Slack, beserta sejumlah peningkatan dalam kapabilitas reasoning berbasis agen dan retrieval augmented generation (RAG).

Sejumlah pengembangan yang disematkan dalam platform versi terbaru ini diharapkan akan dapat mendukung perusahaan dalam meningkatkan skalabilitas workforce dengan agen terkustomisasi yang mampu menangani sejumlah proses kompleks, maupun tugas-tugas berjenjang, tentu dengan Tingkat presisi dan akurasi yang kian tinggi.

Jumlah sumber daya yang terbatas, kata Marc, tim-tim di perusahaan kewalahan dengan makin banyaknya tugas yang harus mereka selesaikan. Hal ini tentu berimbas langsung pada menurunnya kualitas layanan dan interaksi dengan pelanggan yang berujung pada respons yang bertele-tele. Perusahaan lantas beralih menggunakan teknologi AI sebagai solusinya.

Namun, mereka juga belum bisa mempercayakan sepenuhnya akibat kurangnya solusi yang menghadirkan respons generik untuk setiap masalah pelanggan.

“Kebutuhan akan Agentforce meningkat secara luar biasa. Tidak ada satupun perusahaan lain yang mampu menawarkan solusi AI bagi kelas enterprise selengkap yang kami hadirkan. Kami menghadirkan AI, data, aplikasi, dan automasi yang berkolaborasi dengan sumber daya manusia yang ada dalam turut menciptakan cara baru dalam menuntaskan pekerjaan di organisasi.” lanjut Marc.

Akan tetapi solusi yang selama ini ada, seperti copilots masih belum sepenuhnya punya tingkat keakurasian atau mampu merespons terhadap setiap kebutuhan yang kompleks seperti yang dikehendaki, contohnya seperti dalam memberikan panduan tepersonalisasikan untuk proses perekrutan karyawan baru.

“Kehadiran Agentforce 2.0 kian mengokohkan posisi kami sebagai pemimpin dan yang terdepan dalam menghadirkan solusi pekerja digital, mendukung perusahaan-perusahaan dalam pengembangan workforce tanpa batas dan terwujudnya transformasi bisnis sesungguhnya.” ujar Marc.

Disisi lain, Kepala Petugas Informasi Indeed Anthony Moisant, Indeed Menggunakan Agentforce untuk meningkatkan keterlibatan pencari kerja secara personal dengan mengandalkan tenaga kerja digital.

“Indeed adalah situs pencarian kerja terkemuka di dunia, dengan tiga orang direkrut setiap detik melalui platformnya. Inti dari kesuksesan Indeed adalah kemampuannya mencocokkan 580 juta profil yang dibuat oleh pencari kerja dengan lebih dari 3 juta pemberi kerja. Dengan memanfaatkan kekuatan Data Cloud, Indeed telah meningkatkan arsitektur datanya, menciptakan fondasi yang kuat untuk strategi go-to-market-nya dan memperkuat koneksi dengan profil pencari kerja yang kaya,” ujar Anthony.

Menurutnya, dengan memanfaatkan Agentforce, Indeed dapat tetap fokus pada misinya membantu orang menemukan pekerjaan sambil mencapai tujuannya, termasuk mengurangi waktu perekrutan hingga 50% dan membantu 30 juta individu yang menghadapi hambatan dalam mendapatkan pekerjaan pada tahun fiskal 2030.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire