Selasa, 17 Juli 2018 | 18:26 WIB

Daftar | Login

Macro Ad

/

MEA dibuka, akuntan Indonesia terancam

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
<p>Ketika Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) diberlakukan tahun depan, persaingan pekerjaan semakin ketat.&nbsp;Akuntan Indonesia pun terancam.&nbsp;</p><p>Guru Besar Akutansi dan Keuangan, University of Technology Sydney (UTS), Prof. Dr. David Bond mengatakan, saat ini jumlah akuntan di Indonesia masih sangat sedikit.</p><p>Kekurangan akuntan profesional di tanah air ini menjadi ancaman serius. Terlebih ketika MEA dibuka tahun depan.</p><p>“Saat ini, Indonesia mulai dibanjiri akuntan profesional asal Singapura dan Filipina,” katanya di Jakarta, baru-baru ini.</p><p>Prof. Bond mengingatkan pentingnya sertifikasi akuntan Indonesia agar dapat bersaing di negaranya sendiri dan di ASEAN.</p><p>Baca <a href="http://pinkkorset.com/2015/11/30/mea-dibuka-akuntan-indonesia-terancam/" rel="nofollow">selengkapnya </a>di Pinkkorset</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pileg 2019 | 17 Juli 2018 - 18:18 WIB

Hari terakhir, parpol rame-rame daftarkan bacaleg ke KPU

Aktual Dalam Negeri | 17 Juli 2018 - 17:56 WIB

Anak sapi berkepala dua sempat diberi susu bubuk

Aktual Dalam Negeri | 17 Juli 2018 - 17:45 WIB

Wapres JK: Pemerintah optimistis divestasi Freeport lancar

Politik | 17 Juli 2018 - 17:37 WIB

Ngogesa Sitepu tetap berpihak kepada rakyat Sumut

Aktual Dalam Negeri | 17 Juli 2018 - 17:23 WIB

Calon jamaah Haji embarkasi Palembang mulai masuk asrama Haji

Aktual Dalam Negeri | 17 Juli 2018 - 17:17 WIB

Visa 280 kloter jamaah sudah selesai

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com