Pulang kampung, Mendikdasmen sosialisasikan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Pulang ke kampung halaman di Desa Getasrabi, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia Abdul Mu'ti mengunjungi sejumlah sekolah yang berada di sekitar tempat tinggalnya.

Elshinta.com - Pulang ke kampung halaman di Desa Getasrabi, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia Abdul Mu'ti mengunjungi sejumlah sekolah yang berada di sekitar tempat tinggalnya, seperti MI dan MTs Al Hidayah Desa Getasrabi dan juga SD IT Aisyiyah Multilingual di Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu bahkan Abdul Mu'ti sempat mengajak anak-anak senam 7 kebiasaan anak Indonesia Hebat dan makan pagi bersama warga di SD IT Multilingual, Minggu (5/1).
Menurut Abdul Mu'ti kunjungannya ke sejumlah sekolah yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggalnya adalah untuk mensosialisasikan tujuh kebiasaan anak Indonesia Hebat. Pihaknya sudah membuat surat keputusan menteri dan sebagai implementasi pelaksanaan dari tujuh kebiasaan tersebut pihaknya mengundang UPT-UPT Balai-balai yang ada di provinsi untuk diberikan panduan tata cara penerapan atau pelaksanaan tujuh kebiasaan anak Indonesia Hebat tersebut.
"Kami akan undang UPT balai-balai yang ada di Provinsi untuk Mendapatkan panduan tata cara penerapannya karena pelaksanaan tujuh kebiasaan pada semester kedua ini", katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Senin (6/1).
Dijelaskan tujuh kebiasaan anak Indonesia Hebat masuk dalam kokurikuler dan tidak masuk dalam nilai raport tidak diberi angka-angka, hanya saja kebiasaan ini akan membangun hubungan antara orang tua dengan sekolah sebab yang mengontrol kebiasaan anak seperti bangun jam berapa, beribadah atau tidak, berolahraga atau tidak adalah orang tua yang menyampaikan ke pihak sekolah.
Mendikdasmen menyatakan di beberapa tempat sudah melaksanakan tujuh kebiasaan ini dan diharapkan semua daerah menerapkannya. Tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat juga akan memperkuat empat pusat pendidikan yakni sekolah keluarga dan media massa.
Menurut Abdul Mu'ti, pendidikan tidak hanya tentang memberikan pengetahuan tetapi juga membangun karakter. Dengan menanamkan tujuh kebiasaan ini diharapkan dapat membentuk anak-anak Indonesia menjadi pribadi yang cerdas secara intelektual sosial dan spiritual.