Korban investasi bodong 'Join Noop' meminta Polda Metro Jaya segera usut hingga tuntas
Nasabah korban PT Noop Mitra mendatangi Polda Metro Jaya untuk meminta segara mengusut kasus investasi bodong 'Join Noop'. Dimana korban dalam investasi ini mencapai ribuan.
Sumber foto: Radio Elshinta/ Ari dwi PrasetyoElshinta.com - Nasabah korban PT Noop Mitra mendatangi Polda Metro Jaya untuk meminta segara mengusut kasus investasi bodong 'Join Noop'. Dimana korban dalam investasi ini mencapai ribuan.
Para korban ini menggelar aksi demontrasi dengan cara membentakan spanduk yang bertuliskan permohonan kepada Polda Metro Jaya agar segera mengusut kasus tersebut dan menangkap otak kejahatannya yakni, Teddy Martono selaku Direktur PT Noop Mitra Bersama.
Kasus investasi bodong ini sebelumnya dilaporkan ke Bareskrim Polri. Namun, dalam penanganannya dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.
"Hari ini perwakilan korban PT Noop Mitra Bersama ini melakukan aksi di Polda Metro Jaya untuk menanyakan proses penanganan laporan yang telah dilaporkan di Mabes Polri bulan lalu, sampai saat ini belum ada tindakan dari pihak kepolisian," ujar Kuasa hukum korban, Nibezaro Zebua, kepada wartawan, Senin, (6/1/2025).
Nibezazo juga meminta Polda Metro Jaya juga diminta untuk memeriksa beberapa artis yang turut mempromosikan Join Noop.
"Kami sebagai kuasa hukum berharap laporan ini ditindaklanjuti dan seluruh pelaku maupun komplotannya ada beberapa artis yang ada di porster tadi, mohon ditangkap," sebutnya.
Kemudian, Nibezaro Zebua juga menyebut sebelum menggelar aksi unjuk rasa, pihaknya sempat berkoordinasi dengan pihak Direktorat Kriminal Khusus perihal perkembangan kasus yang menyebabkan 1.500 orang korban dan merugi sekitar Rp80 milar.
Menurutnya, dari laporan yang diterima, belum ada kepastian penanganan perkara penipuan modus investasi bodong.
"Laporan itu masih belum ada kepastian penangannnya. Jadi kami berharap tadi segara diproses laporan itu supaya ada atensi supaya ditangkap itu direkrut PT Noop Mitra Versama atas nama Teddy Martono," kata Nibezaro.
Memambahkan, salah satu korban, Inggritd menyebut PT Noop Mitra Bersama yang begerak di bidang pengadaan power bank menawarkan investasi dengan keuntungan yang tinggi, mencapai 30 persen. Hal itulah yang membuat banyak pihak tertarik dan menyerahkan uangnya.
Hanya saja, dari kurun waktu yang dijanjikan, tak sepeserpun keuntungan yang diterima. Justru, Teddy Martono selaku direktur perusahaan tak bisa ditemui dan hilang tanpa kabar.
"Perusahaan ini kan bergerak di bidang penyewaan dan penjualan power bank tapi dia juga membuka peluang bisnis menarik investor untuk bekerja sama sehingga investor itu diming-imingi keuntungan paling kecil 30 persen dari minimal modal yang disetorkan," kata Inggrid, seperti yang dilaporkan Reporter Elshinta Arie Dwi Prasetyo.




