Top
Begin typing your search above and press return to search.

Polres Tegal Kota lakukan sosialisasi dan pelatihan antisipasi PMK

Polres Tegal Kota telah melaksanakan sosialisasi dan pelatihan sebagai langkah awal untuk mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku

Polres Tegal Kota lakukan sosialisasi dan pelatihan antisipasi PMK
X
Sumber foto: Hari Nurdiansyah/elshinta.com.

Elshinta.com - Polres Tegal Kota telah melaksanakan sosialisasi dan pelatihan sebagai langkah awal untuk mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang mengancam kesehatan hewan ternak. Kegiatan tersebut diadakan di Gedung Devia Cita Mapolres Tegal dan dihadiri oleh berbagai elemen, Kasatbinmas, Panit Binmas, serta Bhabinkamtibmas. Dalam kesempatan ini, Wakapolres Tegal Kota, Kompol Julius Herlinda, menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai upaya proaktif untuk melindungi sektor peternakan dan perekonomian lokal dari dampak penyebaran PMK.

"Selain sebagai pembina kamtibmas di wilayah, para Bhabinkamtibmas juga dibekali dengan wawasan dan pengetahuan tentang gejala dan pencegahan hewan ternak yang terserang penyakit mulut dan kuku,” ungkap Kompol Julius Herlinda seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hari Nurdiansyah, Selasa (7/1).

Sebagai garda terdepan, Wakapolres menekankan pentingnya peran Bhabinkamtibmas dalam melakukan pedampingan dan membantu menyampaikan sosialisasi tentang wabah PMK kepada para peternak ataupun pemilik hewan ternak

Dalam upaya pencegahan PMK, Kepala Bidang Pertanian dan Peternakan Kota Tegal, Indriani Winarti, S.Pi, menegaskan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi yang erat dengan berbagai instansi dan lintas sektoral di wilayah Kota Tegal. Koordinasi ini diperlukan untuk memastikan bahwa langkah-langkah pencegahan dapat dilaksanakan secara efektif dan terkoordinasi. Indriani menambahkan bahwa kolaborasi antara pihak kepolisian, pemerintah daerah, dan sektor peternakan adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang sehat bagi hewan ternak.

Sementara itu, drh. Setyo Budi Laksono, Doktor Hewan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Perikanan (DKPPP) Kota Tegal, memberikan materi penting terkait berbagai aspek PMK. Dalam presentasinya, drh. Setyo menjelaskan mengenai tanda klinis yang muncul pada hewan ternak yang terinfeksi, seperti luka di mulut dan kuku, serta gejala demam tinggi. Selain itu, ia juga membahas bagaimana penyakit ini dapat menular dan menyebar dengan cepat, terutama melalui kontak langsung antara hewan yang terinfeksi dan yang sehat.

Drh. Setyo menekankan pentingnya pemilik hewan ternak untuk mengenali tanda-tanda awal PMK agar dapat segera mengambil tindakan pencegahan. Ia merekomendasikan agar peternak senantiasa menjaga kebersihan kandang dan perlengkapan ternak, serta memastikan bahwa kesehatan hewan ternak mereka selalu dalam pengawasan. Upaya pencegahan lain yang disarankan termasuk vaksinasi dan pembatasan lalu lintas hewan ternak yang dapat mempercepat penyebaran penyakit.

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan para personel Polres Tegal Kota mengenai PMK serta langkah-langkah yang harus diambil dalam menghadapi potensi penyebaran penyakit ini. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang PMK, diharapkan personel kepolisian dapat berperan aktif dalam melindungi sektor peternakan di wilayah mereka.

Sosialisasi dan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya komprehensif untuk mengatasi tantangan kesehatan hewan yang dapat berdampak besar pada perekonomian masyarakat. PMK bukan hanya ancaman bagi hewan ternak, tetapi juga dapat memengaruhi mata pencaharian peternak, produksi pangan, dan keberlanjutan sektor pertanian. Melalui sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan peternak, diharapkan penyebaran PMK dapat dicegah, dan kesehatan hewan ternak di Kota Tegal dapat terjaga dengan baik.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire