Top
Begin typing your search above and press return to search.

Sukoharjo konfirmasi kasus PMK, 164 ekor sapi terinveksi, satu diantaranya mati

Sebanyak 164 ekor sapi di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah terinfeksi peyakit mulut dan kuku (PMK), satu ekor diantaranya dilaporkan mati.

Sukoharjo konfirmasi kasus PMK, 164 ekor sapi terinveksi, satu diantaranya mati
X
Sumber foto: Deni Suryanti/elshinta.com.

Elshinta.com - Sebanyak 164 ekor sapi di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah terinfeksi peyakit mulut dan kuku (PMK), satu ekor diantaranya dilaporkan mati. Wabah penyakit hewan ini kembali muncul sejak akhir Tahun 2024 lalu hingga saat ini. Dinas Pertanian dan Perikanan setempat langsung melakukan lokalisir kasus agar pemularannya tidak semakin meluas.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Arif Rahmanto mengatakan, virus PMK ditemukan menyerang ternak sapi di Sukoharjo sejak dua minggu lalu. Belum diketahui secara pasti asal penularan penyakit tetapi petugas kesehatan hewan telah melakukan langkah pencegahan.

"Sebaran penyakit diketahui terdapat disemua kecamatan di Sukoharjo. Pemilik ternak melaporkan ternaknya sakit dengan gejala terserang PMK," kata dia seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Selasa (7/1).

Arif menuturkan, petugas kesehatan hewan telah diminta melakukan penyisiran keseluruh wilayah. Melanjutkan pemberian vaksin dan melokalisir munculnya kasus atau dugaan terpapar PMK. Tidak terbatas pada petani pemilik ternak dan peternakan, tetapi lebih luas pada kantong-kantong lalu lintas hewan seperti pasar hewan. "Hewan ternak belum di vaksin memang lebih rentan terinfeksi virus, karena sebagian besar temuan kasus PMK adalah hewan yang belum kena program vaksinasi PMK," jelasnya.

Arif Rahmanto mengakui serangan wabah PMK di Sukoharjo relatif kecil dibandingkan daerah sekitar yang melaporkan temuan kasus. Sebab, dinas sudah memberikan vaksin PMK kepada hampir semua ternak terdata saat terjadi wabah dua tahun lalu.

Tim kesehatan hewan telah diminta melakukan pengawasan langsung secara intendif ke pasar hewan Bekonang Mojolaban, Pasar Tawangsari dan Pasar Gawok di Kecamatan Gatak yang juga diketahui salah satu titik perdagangan hewan di Sukoharjo.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire