Cita-cita Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjadi guru TK
November 2024 genap 7 tahun Dwikorita Karnawati menjabat sebagai Kepala BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) Indonesia. Sepanjang menjabat, Bu Rita, sapaan khasnya mengaku mengalami banyak tantangan.
.jpeg)
Elshinta.com - November 2024 genap 7 tahun Dwikorita Karnawati menjabat sebagai Kepala BMKG (Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika) Indonesia. Sepanjang menjabat, Bu Rita, sapaan khasnya mengaku mengalami banyak tantangan.
“Alhamdulillah teknologi di BMKG sekarang sudah tambah canggih ketimbang peristiwa Tsunami Aceh (2004). Tsunami gempa megatrust di Aceh dulu, belum tahu kita ada deteksi dini (gempa). Waktu itu (alat) baru 20 jumlahnya di seluruh Indonesia. Dan, itu manual pakai drum, ada tintanya,” papar Bu Rita, seperti dikutip dari Podcast Women Value.
“Dan sekarang sudah hampir 600 di seluruh Indonesia. Belum lagi alat-alat lain. Sistem juga digital, real time. Newtwork nasional, regional dan global. Ada AI, bigbata. Sistem komunikasinya juga tidak hanya tunggal tapi back up dengan satelit,” tambahnya.
Dalam rekaman wawancara bersama host sekaligus Wapemred Elshinta, DS Krisanti yang bisa disaksikan di YouTube Elshinta, Bu Rita juga menyampaikan rasa bahagianya, Geologi sudah menjadi salah satu fakultas yang diminati mahasiswa jaman now.
“Jaman saya kuliah, satu angkatan paling cuma 60 orang mahasiswa. Itu di universitas saya ya. Entah di kampus lain. Tapi sekarang meningkat cukup tinggi,” kata lulusan S1 Fakultas Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini.
Menarik memori masa kecilnya, Bu Rita mengungkapkan menjadi teknokrat seperti jabatannya saat ini, bukan menjadi cita-citanya saat cilik. “Dulu saya pengen jadi guru TK. Soalnya kagum banget dengan guru TK. Kayaknya pintar, bisa nyanyi, tahu segalanya, haha,” ungkapnya.
Saat duduk di bangku SD dan SMP, Bu Rita mengaku aktif dalam kegiatan alam bebas, seperti menjadi anggota pramuka. Hingga tamat SMA. “Saat itu saya sudah punya cita-cita menggunakan science untuk kepentingan banyak orang, sekaligus demi keselamatan dan kesejahteraan banyak orang,” kata perempuan kelahiran Yogyakarta, 6 Juni 1964.
Ada satu nasehat ayahanda yang dipegang hingga saat ini sebagai kunci suksesnya. “Bapak dulu bilang, saya harus punya modal ulet dan tekun. Harus pintar bukan segalanya. IQ saya nggak tinggi-tinggi amat lah ketimbang saudara-saudara yang lain,” kata Bu Rita sambil terkekeh.
Penulis: Telni Rusmitantri