Sabtu, 25 Februari 2017

Suweg, berbau namun tinggi serat

Kamis, 10 Desember 2015 04:30

Ayo berbagi!

Suweg (Amorphophallus paeoniifolius) merupakan salah satu tanaman langka dari kerabat bunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanum) dan iles-iles (Amorphophallus muelleri). Tanaman unik ini masuk ke dalam keluarga Araceae yang memiliki batang semu sehingga menghasilkan umbi batang yang dapat diolah untuk dimakan.

Suweg termasuk tanaman terna dan dwimusim karena fase vegetatif dan generatifnya muncul tidak bersamaan. Perkembangbiakan suweg secara generatif dengan biji sedangkan secara vegetatif dengan anakan umbi. Fase vegetatif tampak sebagai dedaunan bercabang-cabang dengan “batang” lunak. Batang sejati tidak ada tetapi berupa umbi yang selalu berada di bawah permukaan tanah.

Bunga akan terbentuk apabila simpanan energi berupa tepung di umbi sudah mencukupi untuk pembungaan. Sebelum bunga terbentuk, seluruh daun termasuk tangkainya akan layu. Bunga tersusun majemuk berupa struktur khas talas-talasan, yaitu bunga-bunga tumbuh pada tongkol yang dilindungi oleh seludang bunga.

Kuntum bunga tidak sempurna, berumah satu, berkumpul di sisi tongkol, dengan bunga jantan terletak di bagian distal (lebih tinggi) daripada bunga betina. Struktur generatif ini pada saat mekar mengeluarkan bau bangkai yang memikat lalat untuk membantu penyerbukannya.

Baca selengkapnya di Greeners

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-DeN

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar