Indonesia Raya dan Kimigayo iringi Prabowo sambut PM Jepang
Presiden RI Prabowo Subianto, menyambut kedatangan Perdana Menteri (PM) Jepang, Shigeru Ishiba, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu (11/1/2025). PM Ishiba yang tiba sekitar pukul 09.50 WIB, menjadi momen penting dalam memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang.
.jpeg)
Elshinta.com - Presiden RI Prabowo Subianto, menyambut kedatangan Perdana Menteri (PM) Jepang Shigeru Ishiba, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu(11/1/2025). PM Ishiba yang tiba sekitar pukul 09.50 WIB, menjadi momen penting dalam memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang.
Setibanya di Istana Kepresidenan Bogor, PM Ishiba disambut pasukan jajar kehormatan, pasukan berkuda, drumben Lokananta, hingga sejumlah pelajar. Sementara itu, Presiden Prabowo menyambut langsung PM Ishiba di serambi kanan Istana Kepresidenan Bogor sesaat setelah PM Ishiba turun dari kendaraan.
Upacara kenegaraan dimulai dengan kumandang lagu kebangsaan kedua negara. Lagu kebangsaan Jepang, “Kimigayo,” menjadi pembuka, diikuti lagu “Indonesia Raya.” Dentuman meriam sebanyak 19 kali juga terdengar mengiringi prosesi tersebut, menandakan penghormatan tertinggi dari Indonesia kepada tamu negara.
Setelah penyambutan, Presiden Prabowo dan PM Ishiba melakukan inspeksi pasukan kehormatan yang telah berjajar di halaman depan Istana Kepresidenan Bogor. Keduanya berjalan di atas karpet merah, menunjukkan keakraban dan kehormatan dalam hubungan diplomatik kedua negara.
Presiden Prabowo kemudian memperkenalkan para delegasi Indonesia kepada PM Ishiba, diikuti oleh PM Ishiba yang memperkenalkan delegasi dari Jepang. Setelah sesi perkenalan tersebut, keduanya menuju Ruang Teratai di dalam Istana Kepresidenan Bogor untuk melakukan sesi foto bersama dan penandatanganan buku tamu kenegaraan.
Agenda dilanjutkan dengan pertemuan tête-à-tête di ruang kerja Presiden Prabowo. Pertemuan yang berlangsung hangat ini menjadi forum strategis bagi kedua pemimpin untuk membahas sejumlah isu penting, termasuk kerja sama kedua negara.
Setelah pertemuan tête-à-tête, kedua pemimpin bergabung dengan delegasi masing-masing dalam pertemuan bilateral.
Penulis: Sri Lestari