Curah hujan tinggi, banjir rendam Desa Pesarean setinggi 80 cm
Masuk musim penghujan beberapa wilayah di Kabupaten mengalami banjir. Banjir diduga diakibatkan oleh beberapa aliran sungai yang mengalami pendangkalan.

Elshinta.com - Masuk musim penghujan beberapa wilayah di Kabupaten mengalami banjir. Banjir diduga diakibatkan oleh beberapa aliran sungai yang mengalami pendangkalan. Akibat curah hujan yang cukup lebat yang melanda wilayah Kabupaten Tegal dalam beberapa hari terakhir, beberapa desa mengalami bencana banjir yang cukup parah. Salah satu daerah yang terdampak adalah Jalan Barokah, RT 27/RW 06, Desa Pesarean, Kecamatan Adiwerna.
Berdasarkan pantauan di lapangan dan laporan dari warga setempat, ketinggian air di lokasi tersebut mencapai lutut orang dewasa, yang mengakibatkan kesulitan bagi warga dalam beraktivitas.
Banjir yang melanda Desa Pesarean terjadi setelah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama lebih dari 3 jam. Intensitas curah hujan yang tinggi menyebabkan aliran sungai di sekitar desa meluap, sehingga air menggenangi pemukiman dan jalan-jalan. Menurut Haidar salahsatu warga setempat, banjir ini merupakan yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.
"Kami sudah beberapa kali mengalami banjir, tetapi kali ini sangat ekstrem. Banyak rumah yang terendam dan warga kesulitan untuk keluar dari rumah," ungkapnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hari Nurdiansyah, Senin (13/1).
Warga yang terdampak banjir terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, sementara beberapa di antaranya juga berusaha menyelamatkan barang-barang berharga dari genangan air. Saat situasi seperti ini
Di samping itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga memberikan peringatan dini terkait potensi hujan lebat yang masih bisa terjadi di wilayah Kabupaten Tegal dan sekitarnya. Hal ini menimbulkan kewaspadaan di kalangan warga, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir. Sejumlah warga mengungkapkan kekhawatiran mereka jika hujan terus berlanjut, mengingat infrastruktur drainase yang kurang memadai dapat memperparah kondisi banjir.
"Kami berharap pemerintah bisa segera mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki sistem drainase di desa kami agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan," kata salah seorang warga setempat.
Banjir yang menggenangi Desa Pesarean diduga akibat pendangkalan aliran sungai. Warga juga telah melaporkan ke pihak desa jauh-jauh hari bahkan laporan tersebut belum juga terealisasi agar dilakukan pembersihan dan mengangkat material lumpur di aliran sungai agar tidak lagi terjadi banjir.