Perpustakaan Brebes kemas program literasi lewat 'line dance'
Perpustakaan Umum Kabupaten Brebes telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam meningkatkan literasi baca di masyarakat, tidak hanya di kalangan anak-anak, tetapi juga di kalangan orang dewasa.

Elshinta.com - Perpustakaan Umum Kabupaten Brebes telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam meningkatkan literasi baca di masyarakat, tidak hanya di kalangan anak-anak, tetapi juga di kalangan orang dewasa. Dalam upaya tersebut, perpustakaan ini meluncurkan program inovatif yang menggabungkan literasi baca dengan aktivitas fisik, yaitu melalui seni tari line dance. Program ini diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk lebih mendalami dunia literasi sambil berolahraga, sehingga kegiatan membaca tidak terasa monoton.
Sementara itu Coach Line dance Joelita Pramudyanti, menerangkan jenis tarian yang dilakukan secara berkelompok dengan langkah yang terkoordinasi, telah menjadi salah satu cara yang efektif untuk mengajak masyarakat berinteraksi.
Perpustakaan Brebes memanfaatkan popularitas line dance dengan menyelenggarakan kelas yang diiringi dengan pengenalan buku-buku baru, diskusi terkait literasi, dan pemaparan tentang pentingnya membaca.
"Kegiatan ini dilaksanakan secara berkala, dan diharapkan dapat mengakomodasi semua kalangan, baik muda maupun dewasa," kata Coach Line dance Joelita Pramudyanti, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hari Nurdiansyah, Kamis (15/1).
Dalam sesi line dance, peserta tidak hanya diajarkan langkah-langkah menari, tetapi juga diberi paparan tentang berbagai genre buku dan manfaat membaca. Misalnya, setiap bulan perpustakaan akan memilih tema tertentu, seperti sastra klasik, buku non-fiksi, atau novel modern, dan mengaitkannya dengan gerakan tari yang akan dipelajari.
"Ini memberikan pengalaman yang lebih mendalam bagi para peserta, karena mereka tidak hanya bergerak aktif, tetapi juga mendapatkan wawasan baru melalui literasi yang disampaikan," ujarnya.
Kepala Bidang Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Brebes Neli Silfiah mengatakan, program ini diharapkan dapat menjawab tantangan rendahnya tingkat minat baca di kalangan masyarakat dewasa. Menurut data yang dihimpun oleh perpustakaan, minat baca masyarakat dewasa di Brebes masih tergolong rendah. Banyak orang yang menganggap membaca sebagai aktivitas yang memakan waktu dan kurang menarik.
"Oleh karena itu, inovasi ini diharapkan dapat mengubah pandangan tersebut dan menjadikan membaca sebagai kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat," ujarnya.
Melalui kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat, seperti sekolah, komunitas seni, dan lembaga pendidikan, perpustakaan juga berupaya untuk memperluas jangkauan program ini.
Kegiatan kelas line dance ini tidak hanya terbatas pada ruang perpustakaan, tetapi juga dilakukan di berbagai lokasi strategis di Brebes, sehingga masyarakat luas dapat menjangkau dan berpartisipasi tanpa merasa terhalang oleh jarak atau waktu.
Dalam pelaksanaannya, program ini juga mengedepankan aspek kebersamaan dan kolaborasi. Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari kalangan yang sama, tetapi juga terdiri dari berbagai umur dan latar belakang. Hal ini berpotensi menciptakan suasana yang inklusif dan saling mendukung antar peserta, sehingga tidak hanya literasi baca yang berkembang, tetapi juga hubungan sosial di antara mereka.
Keberadaan program ini pun tidak lepas dari dukungan Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Brebes yang digagas oleh Kepala Bidang Disarpus Kabupaten Brebes, Neli Silfia. "Literasi merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang cerdas dan kritis. Dengan adanya program literasi yang dikemas secara menarik, diharapkan akan lahir generasi yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu berpikir kritis dan kreatif," kata Neli.
Selain itu, perpustakaan Brebes juga aktif memanfaatkan teknologi digital untuk menyebarluaskan informasi mengenai program-program yang ada. Melalui media sosial dan website resmi, masyarakat dapat dengan mudah mengetahui jadwal kegiatan, jenis buku terbaru yang tersedia, serta berbagai informasi literasi lainnya. "Ini merupakan langkah strategis dalam menjangkau generasi muda yang lebih aktif di dunia digital," ucap Neli.