1.034 pedagang TM 2 telah pindah ke Teras Malioboro yang baru
Pedagang Teras Malioboro (TM) 2 Yogyakarta telah mengosongkan lapak-lapaknya. Teras Malioboro 2 telah ditutup dan dipagari dengan seng.

Elshinta.com - Pedagang Teras Malioboro (TM) 2 Yogyakarta telah mengosongkan lapak-lapaknya. Teras Malioboro 2 telah ditutup dan dipagari dengan seng. Para pedagang telah pindah ke Teras Malioboro yang baru yaitu di Ketandan dan Beskalan yang masih di kawasan Malioboro.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Yetti Martanti menjelaskan sebanyak 1.034 dari 1.041 pedagang sudah mengikuti undian dan langsung mengisi tempat baru baik di Ketandan maupun Beskalan. Sementara ada 7 pedagang yang tidak mengikuti undian, 6 di antaranya tidak melakukan kontraktual dan 1 pedagang sudah kontraktual tapi belum mengikuti undian.
"Para dagang tersebut sudah dicoba untuk dihubungi berulang kali namun belum ada kejelasan," ujarnya saat jumpa pers di komplek Kepatihan Yogyakarta, Rabu (15/01/2025).
Para pedagang telah menempati lapak baru yang ada di Teras Malioboro timur atau Ketandan dengan jumlah 605 lapak, dan Teras Malioboro barat atau Beskalan 436 lapak. Sosialisasi pemindahan pada pedagang ini sudah dilakukan sebanyak 29 kali sejak Februari 2024. Para pedagang telah dijelaskan bahwa tempat berdagang diTeras Malioboro 2 hanya sementara dan proses transisi untuk pindah ke tempat yang baru.
"Pedagang telah mengiikuti proses kontraktual, sebagai syarat untuk mengambil undian lapak," imbuhnya.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi, menjelaskan, pada tahap awal, terdapat sekitar 888 PKL yang telah diatur. Sisanya, atas arahan pimpinan, ditempatkan sementara di lokasi yang sejak tahun 2015 direncanakan untuk digunakan sebagai Jogja Planning Gallery atau JPG. Bangunan sementara tersebut juga telah dikomunikasikan kepada para PKL atau tenant.
“Ini bukan keputusan yang tiba-tiba. Selama dua tahun, hingga Januari 2025, proses perencanaan dan penyesuaian terus dilakukan. Pemda DIY, dengan dukungan Dana Keistimewaan, mencari lokasi baru yang tetap berada di sekitar kawasan Malioboro. Akhirnya, diputuskan dua lokasi, yaitu Beskalan dan Ketandan,” jelas Siwi.
Sepanjang tahun 2024, pembangunan berlangsung di kedua lokasi tersebut. Pada awal 2025 ini, para tenant yang menempati area sementara untuk JPG diminta berpindah ke lokasi yang telah disiapkan. Fasilitas di kedua lokasi tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan para pelaku UMKM, termasuk tenant craft, fashion, dan kuliner. Semua fasilitas publik, seperti mushola dan toilet, juga telah disiapkan untuk mendukung aktivitas di kawasan tersebut.
Menurut Siwi, sebanyak 1.034 tenant telah menandatangani kontrak individu dengan Pemda DIY melalui Dinas Koperasi dan UKM DIY. Proses pemindahan dilakukan secara bertahap, dengan pendampingan agar mereka dapat melanjutkan aktivitas usaha mereka. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut, sekaligus memberikan ruang dialog dengan tenant terkait kebutuhan dan masukan yang konstruktif.
Terkait dengan waktu pemindahan, Pemda DIY telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Yogyakarta. Awalnya, seluruh tenant diharapkan selesai berpindah pada 1 Januari 2025, sesuai rencana awal. Namun, karena berbagai kendala, Pemda DIY memberikan perpanjangan waktu selama dua minggu hingga semua tenant menyelesaikan kontrak dan proses pengundian lokasi lapak.
“Proses pengundian ini hanya berlaku bagi tenant yang telah menandatangani kontrak. Tenant yang belum menandatangani kontrak tidak dapat mengikuti undian, sesuai dengan SOP yang telah disepakati. Pemindahan ini sebenarnya hanya berupa perubahan lokasi dari utara ke selatan, yang sejak awal telah disosialisasikan kepada tenant Teras Malioboro 1 dan Teras Malioboro 2 sejak tahun 2022,” pungkasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Kamis (16/1).