Top
Begin typing your search above and press return to search.

18 Januari 2007: Payung hitam di Kamis kelam, simbol perjuangan keadilan

Elshinta.com - Aksi Kamisan adalah bentuk protes damai yang telah menjadi simbol perjuangan masyarakat sipil dalam menuntut keadilan atas pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Indonesia. Dimulai pada 18 Januari 2007 di depan Istana Negara Jakarta, aksi ini diinisiasi oleh keluarga korban pelanggaran HAM yang merasa frustrasi terhadap lambannya penanganan kasus-kasus tersebut oleh pemerintah.

18 Januari 2007: Payung hitam di Kamis kelam, simbol perjuangan keadilan
X
Aktivis mengikuti aksi kamisan ke-575 yang digelar oleh Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2019). (https://tinyurl.com/5w6yfxsz)

Elshinta.com - Aksi Kamisan adalah bentuk protes damai yang telah menjadi simbol perjuangan masyarakat sipil dalam menuntut keadilan atas pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Indonesia. Dimulai pada 18 Januari 2007 di depan Istana Negara Jakarta, aksi ini diinisiasi oleh keluarga korban pelanggaran HAM yang merasa frustrasi terhadap lambannya penanganan kasus-kasus tersebut oleh pemerintah. Dengan mengenakan pakaian serba hitam dan membawa payung hitam, para peserta menyampaikan pesan duka, perlindungan, dan perlawanan terhadap ketidakadilan.

Berbagai kasus besar yang menjadi fokus Aksi Kamisan mencakup Tragedi 1965, pembantaian massal yang menewaskan ratusan ribu orang; Tragedi Semanggi I dan II pada 1998-1999 yang menelan nyawa mahasiswa saat menuntut reformasi; kasus penghilangan paksa aktivis prodemokrasi pada 1997-1998; hingga peristiwa Talangsari 1989 di Lampung yang melibatkan pembantaian terhadap kelompok yang dituduh sebagai ekstremis. Semua kasus ini mencerminkan luka mendalam yang belum terobati dalam sejarah bangsa.

Meski telah berlangsung lebih dari satu dekade, Aksi Kamisan terus berlangsung secara konsisten. Tidak hanya di Jakarta, aksi serupa kini juga digelar di berbagai kota lain seperti Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Partisipasi dari keluarga korban, aktivis, hingga generasi muda menunjukkan bahwa semangat perjuangan untuk mengungkap kebenaran dan menuntut keadilan tetap terjaga. Namun, tantangan tetap ada. Minimnya respons konkret dari pemerintah dan hambatan birokrasi sering kali menjadi batu sandungan dalam perjuangan ini.

Payung hitam yang dibawa setiap Kamis menjadi simbol kuat dari protes ini. Aksi Kamisan adalah pengingat bahwa pelanggaran HAM bukan sekadar soal masa lalu, melainkan tanggung jawab masa kini dan masa depan. Gerakan ini juga menarik perhatian dunia internasional, menegaskan bahwa perjuangan hak asasi manusia di Indonesia adalah isu global.

Melalui aksi ini, keluarga korban berharap pemerintah memiliki keberanian untuk membuka kembali kasus-kasus yang tertunda, memberikan keadilan kepada korban, dan menjamin bahwa pelanggaran serupa tidak akan terjadi lagi. Mereka percaya bahwa keadilan adalah fondasi utama untuk menciptakan demokrasi yang sehat dan bermartabat.

Aksi Kamisan bukan hanya sekadar bentuk protes, melainkan lambang kekuatan dan keteguhan hati manusia dalam memperjuangkan kebenaran. Ini adalah peringatan untuk tidak melupakan sejarah kelam bangsa agar masa depan yang lebih adil dapat terwujud. Payung hitam yang berkibar setiap Kamis adalah simbol perlawanan tanpa kekerasan, suara yang tidak akan pernah diam sebelum keadilan ditegakkan.

Sumber : 18

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire