21 Januari 1985: Teror bom Candi Borobudur yang mengguncang dunia
Elshinta.com - Pada 21 Januari 1985, Indonesia dikejutkan oleh peristiwa tragis yang melibatkan Candi Borobudur, salah satu warisan budaya dunia yang terletak di Magelang, Jawa Tengah.

Elshinta.com - Pada 21 Januari 1985, Indonesia dikejutkan oleh peristiwa tragis yang melibatkan Candi Borobudur, salah satu warisan budaya dunia yang terletak di Magelang, Jawa Tengah. Tiga ledakan bom menghantam kompleks candi pada dini hari, menghancurkan sembilan stupa di tingkat atas dan meninggalkan kerusakan signifikan pada struktur batu yang telah berdiri megah sejak abad ke-8. Peristiwa ini tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik pada situs bersejarah, tetapi juga mengguncang rasa aman masyarakat Indonesia serta menuai kecaman luas dari dalam dan luar negeri.
Penyelidikan polisi akhirnya mengungkap bahwa aksi pengeboman ini dilakukan oleh kelompok radikal yang berupaya menyuarakan ideologi mereka melalui tindakan kekerasan. Salah satu pelaku utama, Husein Ali Al Habsyi, dijatuhi hukuman mati atas perbuatannya, sementara beberapa pelaku lain dijatuhi hukuman penjara. Motif serangan ini diyakini bersifat ideologis dan politis, sebagai bentuk protes terhadap pemerintah saat itu, meskipun cara yang ditempuh dianggap tidak manusiawi dan merusak aset sejarah yang tak ternilai.
Sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO, Candi Borobudur merupakan mahakarya budaya dan agama Buddha yang tidak hanya menjadi kebanggaan Indonesia tetapi juga dunia. Kerusakan akibat bom tersebut memerlukan upaya restorasi besar-besaran yang melibatkan para ahli arkeologi dari dalam dan luar negeri. Proses pemulihan berlangsung bertahun-tahun dengan perhatian penuh terhadap detail struktur dan ornamen candi.
Pengeboman ini memunculkan gelombang solidaritas, baik dari masyarakat Indonesia maupun komunitas internasional, yang mengecam keras tindakan perusakan tersebut. Banyak negara sahabat memberikan dukungan moral dan bantuan untuk mempercepat proses restorasi. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga toleransi dan kedamaian di tengah keberagaman, serta perlunya melindungi warisan budaya sebagai aset bersama umat manusia.
Tragedi ini mengajarkan bahwa kekerasan tidak pernah menjadi jalan yang dapat dibenarkan, terutama ketika berdampak pada nilai-nilai universal seperti kebudayaan, sejarah, dan kemanusiaan. Candi Borobudur kini tetap berdiri megah sebagai simbol perdamaian, meskipun luka sejarah dari peristiwa itu tetap menjadi bagian dari kisahnya.