Top
Begin typing your search above and press return to search.

Zakat 4.0: Majelis Taklim sebagai pusat pengumpulan zakat

Ketua Umum Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), Syifa Fauziah, mendorong integrasi zakat 4.0 ke dalam program majelis taklim.

Zakat 4.0: Majelis Taklim sebagai pusat pengumpulan zakat
X
Sumber foto: Hamzah Aryanto/elshinta.com.

Elshinta.com - Ketua Umum Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), Syifa Fauziah, mendorong integrasi zakat 4.0 ke dalam program majelis taklim.

Menurutnya, kemudahan berzakat melalui teknologi digital, yang kini dapat diakses hanya melalui ponsel dan dapat dimanfaatkan secara optimal.

"Dalam program-program BKMT yang tersebar di seluruh Indonesia, kita tidak hanya fokus pada pembelajaran agama, tetapi juga pemberdayaan ekonomi dan peningkatan pengetahuan masyarakat. Salah satu peran penting BKMT adalah menjadi pusat pengumpulan zakat," kata Syifa, Jumat (31/1).

Ia menjelaskan, beberapa majelis taklim telah bertransformasi menjadi Unit Pengumpul Zakat (UPZ), bekerja sama dengan Baznas atau lembaga zakat lainnya.

Hal ini memungkinkan pengumpulan zakat dari anggota BKMT secara terpusat dan selanjutnya disalurkan kembali kepada masyarakat.

"Potensinya sangat besar, bahkan bisa memberikan kesejahteraan untuk ummat," paparnya.

Namun, Syifa mengakui masih ada tantangan dalam meningkatkan kesadaran berzakat.

"Banyak yang masih beranggapan zakat hanya sebatas zakat fitrah di bulan Ramadan. Padahal, zakat meliputi berbagai jenis, termasuk zakat penghasilan. Kemudahan akses informasi dan platform digital seperti Kitabisa dan bank syariah seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan berzakat," ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya memanfaatkan teknologi untuk memudahkan proses berzakat.

"Sekarang, berzakat bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja melalui ponsel. Yang dibutuhkan hanyalah kemauan dan pengetahuan tentang kewajiban berzakat," tegasnya.

Syifa berharap majelis taklim dapat berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya zakat dan kemudahan berzakat di era digital.

"Jangan hanya menunggu Ramadan untuk berzakat. Mari kita manfaatkan teknologi untuk membangun masyarakat yang lebih baik," pungkasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hamzah Aryanto.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire