Pemkot Solo mulai program Pemeriksaan Kesehatan Gratis di 17 Puskesmas
Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mulai melaksanakan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di 17 puskesmas, Senin (3/2). Program ini diberikan kepada warga yang berulang tahun sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat.

Elshinta.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mulai melaksanakan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di 17 puskesmas, Senin (3/2). Program ini diberikan kepada warga yang berulang tahun sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat.
Sekretaris Daerah Kota Solo, Budi Murtono, mengatakan kebijakan ini disusun sesuai arahan Presiden. Program ini juga merupakan perluasan dari layanan kesehatan gratis yang sebelumnya hanya diberikan kepada warga usia 40 tahun ke atas.
"Kami sudah menyiapkan dari Dinas Kesehatan dan puskesmas. Saat ini tinggal menunggu waktu yang tepat untuk launching resmi," kata Budi Murtono, Jumat (31/1).
Menurutnya, pelaksanaan program tidak memerlukan anggaran tambahan karena akan menggunakan dana yang sudah tersedia di APBD. Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Retno Erawati Wulandari, menjelaskan bahwa warga yang ingin mengikuti PKG wajib menginstal aplikasi ‘Satu Sehat Mobile’ untuk mendaftar.
" Namun, bagi warga yang tidak memiliki smartphone, puskesmas tetap menyediakan pendaftaran secara langsung," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Agung Santoso, Senin (3/2).
Pada tahap awal, layanan PKG hanya tersedia di puskesmas, sementara fasilitas kesehatan swasta belum dilibatkan. Pemeriksaan yang dilakukan akan disesuaikan dengan siklus hidup, mulai dari bayi baru lahir (0-12 hari), balita (1-6 tahun), usia sekolah, dewasa, hingga lansia.
"Untuk PKG sekolah itu dilaksanakan pada tahun ajaran baru," jelas dia.
PKG hanya meliputi skrining kesehatan. Jika ditemukan risiko penyakit, pasien akan dirujuk ke rumah sakit atau menjalani pengobatan di puskesmas.
"Kami juga telah menyiapkan RSUD untuk menampung rujukan tersebut. Untuk pengobatan kami dorong untuk memiliki kartu JKN," terangnya.
Perlu diketahui, program ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (Quick Win) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan deteksi dini penyakit dan kualitas hidup masyarakat.