Top
Begin typing your search above and press return to search.

FGD Hulunisasi rumput laut mendorong pengembangan rumput laut di Indonesia

Kementerian Kelautan dan Perikanan bekerja sama dengan Yayasan Samudera Indonesia Timur dan INDOPOSCO menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) dengan tema besar \"Hulunisasi Rumput Laut\"

FGD Hulunisasi rumput laut mendorong pengembangan rumput laut di Indonesia
X
Sumber foto: Radio Elshinta/ Hutomo Budi

Elshinta.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan bekerja sama dengan Yayasan Samudera Indonesia Timur dan INDOPOSCO menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) dengan tema besar "Hulunisasi Rumput Laut". Acara yang digelar secara hybrid ini dihadiri sejumlah pemangku kepentingan termasuk perwakilan pemerintah, akademisi, praktisi perikanan dan tokoh masyarakat yang peduli terhadap pengembangan rumput laut di Indonesia. Adapun FGD ini diselenggarakan di Hotel Aston Kartika Grogol, Jakarta Barat, Senin, (3/1/2025).

Pembina Yayasan Samudera Indonesia Timur Prof. Alex Retraubun mengatakan bahwa FGD ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan tantangan dalam pengembangan industri rumput laut di Indonesia, serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang dapat mendukung pertumbuhan sektor ini secara berkelanjutan.

"Tujuannya tentu untuk mengidentifikasi potensi dan tantangan dalam pengembangan industri rumput laut di Indonesia," Ujar Prof Alex.

Dalam kesempatan itu, Dosen FPIK IPB, Dr. Irzal Effendi menyebut jika bisnis rumput laut menguntungkan di setiap level baik dari budidaya hingga industri.

"Bisnis rumput laut sangat menguntungkan di setiap level, dari budidaya hingga industri. Dengan harga karaginan mencapai Rp 27.500/kg, potensi keuntungan meningkat melalui pengolahan. Pengembangan industri dan higienisasi dapat semakin mengoptimalkan nilai ekonominya," ujar Irzal.

Selain itu, menurutnya Budidaya rumput laut membutuhkan lokasi yang tepat untuk mengurangi dampak musim dan penyakit. Faktor lingkungan, kualitas air, serta teknologi ramah lingkungan harus diperhatikan.

Dalam pemetaan dan pengembangan industri rumput laut dibutuhkan peran pemerintah. Selain juga pemanfaatan IT dapat membantu memantau pertumbuhan dan faktor kematian rumput laut.

Praktisi Perikanan, Adji Sularso, mengatakan bahwa industri rumput laut berpotensi berkembang dengan biofuel dan karbon kredit. Sementara penguatan hilirisasi, teknologi, dan Sumber Daya Manusia (SDM) dapat meningkatkan efisiensi serta pendapatan.

"Industri rumput laut bisa berkembang dengan biofuel dan karbon kredit. Tantangan seperti predator ikan baronan justru bisa menjadi peluang ekonomi tambahan," ujar Adji.

Sementara ituz Direktur Rumput Laut Kementerian dan Perikanan, Nono Hartanto menyebut bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam industri rumput laut, tetapi masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan teknologi dan akses pasar.

“Oleh karena itu, kebijakan yang mendukung dan pengembangan teknologi serta sumber daya manusia sangat dibutuhkan,” ujar Nono.

Anggota Komisi IV DPR RI, Rochmin Dahuri mengutarakan pemerintah harus mengembangkan budidaya rumput laut dengan strategi berbasis lingkungan dimana menetapkan rumput laut sebagai komoditas strategis serta membangun pabrik pengolahan di setiap sentra produksi untuk menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

"Pemerintah perlu mengembangkan budidaya rumput laut dengan strategi berbasis lingkungan, menetapkan rumput laut sebagai komoditas strategis," terangnya.

FGD "Hulunisasi Rumput Laut" ini diharapkan menjadi momentum penting bagi pengembangan industri rumput laut di Indonesia.

Rekomendasi yang dihasilkan dari kegiatan ini akan disampaikan kepada pihak terkait untuk dapat diimplementasikan dalam upaya memajukan sektor rumput laut nasional.

Penulis: Hutomo Budi

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire