Top
Begin typing your search above and press return to search.

Menuju Indonesia Emas 2045, Sarasehan dan Elshinta Award 2025 digelar hari ini

Elshinta Media Grup menggelar perhelatan Sarasehan bertajuk Mengonsolidasi Kekuatan untuk Mengatasi Hambatan dan Tantangan dalam 20 tahun Menuju Indonesia Emas 2045 hari ini Rabu 5/2/2025 di Antara Heritage Center Jakarta.

Menuju Indonesia Emas 2045, Sarasehan dan Elshinta Award 2025 digelar hari ini
X
Dokumentasi Radio Elshinta (Dwi Iswanto)

Elshinta.com - Elshinta Media Grup menggelar perhelatan Sarasehan bertajuk Mengonsolidasi Kekuatan untuk Mengatasi Hambatan dan Tantangan dalam 20 tahun Menuju Indonesia Emas 2045 hari ini Rabu 5/2/2025 di Antara Heritage Center Jakarta.

Pemimpin Redaksi Radio Elshinta Haryo Ristamaji mengatakan tujuan diselenggarakannya perhelatan ini untuk mendorong terwujudnya Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045 atau Indonesia Emas 2045.

“Tekad Indonesia mengejar target menjadi negara maju pada tahun 2045 atau Indonesia Emas 2045 merupakan cita-cita mulia yang harus diketahui, dipahami dan didukung oleh semua warga bangsa. Elshinta Media Grup menyadari betul akan hal itu sehingga menyelenggarakan perhelatan ini,” ungkap Haryo Ristamaji, Pemimpin Redaksi Radio Elshinta.

Sejumlah pembicara penting akan hadir dari kalangan praktisi, akademisi dan pengambil kebijakan. Mereka adalah Menteri BUMN yang juga Ketua Umum PSSI Bapak Erick Thohir, pakar ekonomi dan bisnis Universitas Indonesia Prof Dr Rhenald Kasali, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ekonomi Prof Bambang Brodjonegoro, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora Prof Asrorun Niam Soleh.

Selain aktivis disabilitas sekaligus mantan Staf Khusus Presiden RI Angkie Yudistia sebagai pembicara mewakili kalangan generasi muda, hadir pula wirausahawan kuliner yang sukses dengan jenama Kopi Tuku Andanu Prasetyo, serta Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional Rezzi Eko Caraka jurnalis televisi senior Aiman Witjaksono didapuk sebagai pemandu acara pada sarasehan kali ini

"Diskusi ini nanti akan ditutup dengan komunike bersama, kesepakatan yang dimulai hari ini untuk bisa menggapai Indonesia Emas 2045 dengan optimal dan maksimal. Komunike tersebut ditandatangi oleh seluruh pembicara," tambah Haryo Ristamaji.

"Kita membuat format acara ini lebih intim, tidak seperti red carpet. Kita ingin membuat, acara tersebut lebih dekat antara nara sumber, pengambil kebijakan, tamu undangan dan mahasiswa yang nanti kita berikan ruang untuk berinteraksi dengan nara sumber," lanjut Haryo

Elshinta Award 2025, Kiprah Anak Bangsa untuk Negeri

Sarasehan ini kemudian bersambung pada penyerahan penghargaan dalam Elshinta Award (EA) 2025. Sejumlah tokoh nasional, lokal hingga masyarakat awam akan menerima piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi Elshinta Media Grup dan audiens serta netizen atas kiprah mereka dalam pembangunan dan kemajuan Indonesia. Tidak hanya itu, penghargaan EA 2025 juga menjadi milestone (tonggak) bagi awardee agar meneruskan kontribusi positif mereka terhadap bangsa.

Sejumlah tokoh telah menyatakan kesediaan mereka untuk menghadiri EA 2025 adalah: Wakil Presiden RI periode 2004 - 2009 dan 2014 - 2019 M Jusuf Kalla, Menteri Dikdasemen Prof Abdul Mu’ti, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Dr Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Agama Prof Dr Nasaruddin Umar, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Ketua Dewa Pers Dr Ninik Rahayu, Kakorlantas Irjen Pol Aam Suhanan, Kepala BMKG Prof Dwikorita Karnawati. pegiat energi ramah lingkungan dari Manggar, Kalimantan Timur Suyono, dan beberapa awardee lainnya.

Berbeda dengan penyelenggaraan-penyelenggaraan sebelumnya, EA 2025 melibatkan 2 orang juri independent yang dikenal kompeten dibidangnya. Mereka adalah profesional dan pebisnis di bidang public relations, media dan kepemimpinan, Asmono Wikan serta Guru Besar Komunikasi Politik LSPR, Prof. Lely Arrianie.

"Lewat kerja keras semua tim Elshinta dan kita (juri), cukup memeras keringat dan pikiran, kemudian kita bisa menghasilkan nama-nama yang saya kira bisa diterima publik. Karena selain dikenal oleh masyarakat, mereka juga punya kemampuan berkomunikasi yang baik kepada masyarakat," jelas Prof. Lely Arriane.

Proses penjurian juga mempertimbangkan dinamika yang terjadi di masyarakat. Menurut Prof. Lely salah satu kriteria penerima award, adalah mereka bagian dalam komunikasi publik yang bisa diterima Masyarakat. Baik narasi mapun pesan politik, memiliki kinerja baik serta tidak ada cacat publik atau cacat politik.

“Tokoh-tokoh penerima Elshinta Award 2025 diharapkan tidak memiliki cacat politik, cacat publik atau kontroversi karena tersaring dalam penjurian berjenjang,” ujar Prof. Lely.

Acara Sarasehan dan Elshinta Award 2025 akan dihadiri oleh seratus lebih undangan, mayoritas adalah mahasiswa dari berbagai kampus di Jabodetabek. Bagi publik yang ingin mengikuti event ini namun tidak mendapatkan undangan, bisa mengikuti secara langsung keseluruhan acara melalui radio dan media sosial Elshinta. (Nak)

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire