Lima tahun OAOT, hijaukan Perbukitan Patiayam dan hasilkan 30 ton buah mangga
Selama lima tahun terakhir Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) melalui gerakan digital sadar lingkungan (Siap Darling) trus menghijaukan kawasan perbukitan Patiayam di Desa Gondoharum, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Elshinta.com - Selama lima tahun terakhir Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) melalui gerakan digital sadar lingkungan (Siap Darling) trus menghijaukan kawasan perbukitan Patiayam di Desa Gondoharum, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Dengan program One Action One Tree (OAOT) telah melibatkan ratusan anak muda dari berbagai daerah di Indonesia untuk berpartisipasi menanam pohon. Dengan mekanisme konversi:
Gowes: minimal 8 kilometer dapat 1 bibit pohon, Lari: minimal 4 kilometer dapat 1 bibit pohon dan Aktivitas bermedia sosial, video reels minimal 1 dapat 5 bibit pohon. Serta Foto carousel minimal 1 dapat 2 bibit pohon.
Menurut Director Communications Djarum Foundation Mutiara Diah Asmara pihaknya berupaya melakukan pendampingan dan pelatihan kepada para petani di Desa Gondoharum. Adanya pemberian bibit tanaman dari program OAOT diharapkan akan berdampak panjang bagi para petani utamanya kelompok tani Wonorejo. Pihaknya kali ini memberikan bantuan bibit sebanyak 26 ribu dan juga sarana dan prasarana seperti gazebo yang ditempatkan dikawasan perbukitan Patiayam.
"Kami mendukung para petani yang akan menjadikan kawasan Dukuh Wonorejo Desa Gondoharum menjadi sentra produksi mangga terbesar di Jawa Tengah", ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Rabu (5/2).
Kasi 1 Balai Perhutanan Sosial dan kemitraan lingkungan wilayah Jawa, Ruhiat, menyatakan inisiatif penanaman yang dilakukan petani di Desa Gondoharum menjadi bukti nyata atas dampak program Perhutanan Sosial. Ikhtiar menaman diarea Perhutanan ini merupakan rasa memiliki kuat terhadap alam.
Dimana, Sejak tahun 2017 Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan memberikan peluang kepada masyarakat untuk mengelola Perhutanan Sosial agar tetap lestari dan meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Harapannya upaya masyarakat Desa Gondoharum ini akan dicontoh oleh petani lain di sekitar perbukitan Patiayam.
Ketua Kelompok Tani Wonorejo Mashuri yang memprakarsai penanaman di perbukitan Patiayam ini mengaku ia menanam di perbukitan Patiayam awalnya untuk membuat desanya terhindar dari bencana.
"Mengingat hutan disekitar desa saya tinggal 10 persen yang memiliki tanaman keras sehingga rentan terjadi longsor", katanya.
Dijelaskan, sejak tahun 2020 pihaknya berkolaborasi dengan BLDF untuk menanami kawasan perbukitan Patiayam dengan Pohon mangga dengan sistem tumpang sari. "Selama lima tahun merawat akhirnya tahun lalu bisa menghasilkan panen 30 ton buah mangga. Makanya kami berkeinginan membangun agroforestri Wonorejo dibantu para generasi muda yang mempromosikan lewat media sosial akhirnya banyak warga yang berkunjung kesini," katanya.
Hamli Akbar Pramulyana pemenang OAOT kategori bersepeda mengaku bangga bisa ikut berkontribusi peduli lingkungan dengan hobinya bersepeda. Ia telah berkeliling tur Jepang tahun lalu dan bisa ikut dalam program OAOT. Ia berharap banyak lagi orang yg terlibat dan peduli lingkungan sekitar.