Kunjungan Wapres di SMP 30 Bekasi: Sukseskan Program Makan Siang Gratis
Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka menyambangi Sekolah SMP Negeri 30 Bekasi.

Elshinta.com - Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka menyambangi Sekolah SMP Negeri 30 Bekasi.
Kehadiran orang nomor dua Indonesia itu hadir ke Bekasi untuk melakukan pemantauan pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa sekolah.
Kepala Sekolah SMP Negeri 30 Bekasi, Sumiyati mengatakan program makan bergizi gratis telah berjalan selama 1 bulan. Program tersebut memberikan dampak positif bagi siswa.
"Alhamdulillah, kegiatan hari ini sangat bagus, menyenangkan, dan surprise bagi sekolah. Karena kami dihadiri kedatangan Wakil Presiden RI nomor 2," kata Sumiyati seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hamzah Aryanto, Kamis (6/2).
Ia mengaku, kehadiran Wakil Presiden disambut antusias oleh para siswa.
"Anak-anak di lapangan sangat antusias, terlihat dari kerumunan yang berjubel. Anak-anak sangat terasa senang dan semangat, baik di kelas maupun di lapangan. Semua ingin menyapa dan bersalam," ungkapnya.
Program makan siang gratis ini menyediakan 973 porsi makanan setiap harinya, dengan menu yang bervariasi.
Makanan disajikan pukul 11.45 WIB, setelah pihak katering tiba pukul 10.00 WIB.
"Menu untuk anak-anak SMP sudah cukup bagus. Kita kan pulang jam 2 kurang 10. Jadi untuk program MBG ini jadwal jam makan siang istirahat," jelas Sumiyati.
Ia berharap program ini dapat berkelanjutan.
"Harapan kami adalah program ini akan berjalan terus. Karena ini kan untuk program yang pertama untuk level SMP itu baru di SMP 30. Kami berharap sekolah-sekolah lain juga bisa melakukan hal serupa," tuturnya.
Lebih lanjut, Sumiyati menekankan dampak positif program ini, tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi sekolah dan orang tua.
Program ini juga menanamkan kedisiplinan pada siswa, terbukti dari kemampuan mereka menyelesaikan makan dalam waktu 5-10 menit dengan tertib.
"Program ini diharapkan dapat meningkatkan prestasi akademik dan non-akademik siswa," pungkasnya.