Top
Begin typing your search above and press return to search.

Sebanyak 40 desa terdampak banjir di Kudus

Hujan deras yang melanda wilayah Kabupaten Kudus Jawa Tengah sejak Kamis siang (6/2) membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus terendam banjir. Bahkan tercatat ada 40 desa yang terendam banjir luapan sungai-sungai dari kawasan pegunungan Muria. 

Sebanyak 40 desa terdampak banjir di Kudus
X
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.

Elshinta.com - Hujan deras yang melanda wilayah Kabupaten Kudus Jawa Tengah sejak Kamis siang (6/2) membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus terendam banjir. Bahkan tercatat ada 40 desa yang terendam banjir luapan sungai-sungai dari kawasan pegunungan Muria.

Data yang disampaikan oleh pihak BPBD Kabupaten Kudus terdapat banjir genangan akibat limpasan dari sungai-sungai yang berhulu dari kawasan pegunungan Muria. Selain juga saluran air meluap ke jalan dan pemukiman. Dimana, terdapat 40 Desa yang terdampak banjir dengan ketinggian bervariasi yakni 20 sampai 100 centimeter.

Rinciannya yakni Kecamatan Kaliwungu ada 8 Desa, Kecamatan Jekulo ada 6 Desa, Kecamatan Mejobo 11 Desa, Kecamatan Undaan 2 Desa, Kecamatan Bae 6 Desa, dan Kecamatan Jati ada 7 Desa.

Kasi kedaruratan BPBD Kabupaten Kudus Ahmad Munaji mengatakan jumlah Warga Terdampak Cuaca Ekstrim Hujan Intensitas sangat tinggi yang menyebabkan genangan di beberapa wilayah Kabupaten Kudus yakni sebanyak 16.185 KK atau 64.737Jiwa. "Hingga saat ini masih terdapat sejumlah Desa yang terendam banjir sehingga aktivitas warga terganggu. Termasuk juga akses antar desa sebagian lumpuh karena air masih cukup tinggi", ujarnya, Jumat (7/2).

Ditambahkan, selain banjir juga terdapat longsor di Dukuh Sumberejo Desa Kedungsari RT 02 RW 04 Kecamatan Gebog. Pohon Tumbang menggangu aktifitas warga berada di Desa Prambatan Lor Kecamatan Kaliwungu, jalan Kudus - Pati Desa Terban Kecamatan Jekulo serta 4 titik lainnya. Sehingga tim bergerak melakukan evakuasi pohon yang tumbang dan juga membantu korban banjir yang membutuhkan evakuasi.

Salah satu warga Firdaus mengaku banjir yang melanda desanya membuat aktivitas warga lumpuh bahkan warga tidak bisa keluar masuk desa karena air cukup tinggi.

"Meski banjir rata-rata warga masih bertahan dirumah tidak mengungsi", katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Jumat (7/2).

Sementara itu, sejumlah Desa yang air banjirnya mulai surut melakukan bersih-bersih. Termasuk para relawan BPBD maupun Kencana Kecamatan melakukan pembersihan lumpur dijalan yang membahayakan warga yang melintas seoerti di jalan raya Kudus -Jepara di Desa Mijen Kecamatan Kaliwungu.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire