Top
Begin typing your search above and press return to search.

Menag Nasaruddin: Pemimpin laksana angin dan rakyat rumput

 Hari Raya Imlek merupakan momen penting untuk merefleksikan nilai-nilai luhur yang diajarkan dalam tradisi dan ajaran  Khonghucu. Hal ini disampaikan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar saat berikan sambutan dalam perayaan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili tingkat Nasional di Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, Minggu (9/2/2025).

Menag Nasaruddin: Pemimpin laksana angin dan rakyat rumput
X
Menag Nasaruddin Umar beri sambutan dalam perayaan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili tingkat Nasional di Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Minggu (9/2/2025). Foto : Tangkapan layar YT Matakin

Elshinta.com - Hari Raya Imlek merupakan momen penting untuk merefleksikan nilai-nilai luhur yang diajarkan dalam tradisi dan ajaran Khonghucu. Hal ini disampaikan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar saat berikan sambutan dalam perayaan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili tingkat Nasional di Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, Minggu (9/2/2025).

“Hari Raya Imlek adalah momen penting untuk merefleksikan nilai-nilai luhur yang diajarkan dalam tradisi dan ajaran Khonghucu. Imlek menginatkan kita akan pentingnya kebajikan, keharmonisan dan rasa syukur dalam kehidupan,” ungkap Menag. Nasaruddin menambahkan nilai-nilai ini selaras dengan semangat bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi gotong royong, toleransi, kerukunan dan kebhinekaan.

Tema Perayaan Imlek Nasional 2025 yaitu Perilaku Lurus Pemimpin, akan Meluruskan Hati Seluruh Rakyat. “Tema ini menjadi pengingat untuk kita semua, baik yang menduduki jabatan maupun yang tidak. Pemimpin laksana angin dan rakyat laksana rumput. Ke mana angin mengarah, ke situ rumput merebah,” tuturnya.

Seorang pemimpin menurut Menag memiliki pengaruh besar terhadap prilaku, sikap dan moral rakyatnya. Jika pemimpin menunjukkan sikap jujur, adil dan berintegritas, maka rakyat akan terinspirasi untuk meneladani nilai-nilai tersebut.

“Pemimpin yang lurus, senantiasa menjunjung tinggi kebenaran, dan tidak menyalahgunakan kekuasaan, dan senantiasa bertindak sesuai prinsip keadilan dan kebersamaan,” pungkasnya.

Penulis: Sri Lestari/Ter

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire