Peringatan HPN, Pj Bupati Kudus: Wartawan harus punya integritas
Wartawan harus mempunyai integritas untuk mendorong pemberitaan yang mengarah pada kemajuan. Selain itu, pemerintah tidak boleh anti kritik dan terbuka terhadap semua masukan.

Elshinta.com - Wartawan harus mempunyai integritas untuk mendorong pemberitaan yang mengarah pada kemajuan. Selain itu, pemerintah tidak boleh anti kritik dan terbuka terhadap semua masukan.
Demikian disampaikan oleh Penjabat Bupati Kudus, Herda Helmijaya saat acara tasyakuran Hari Pers Nasional di Kantor PWI Kabupaten Kudus, Senin malam (10/2).
Dalam kesempatan itu, Herda mengemukakan bahwa pers mempunyai peran yang penting sebagai kontrol sosial atas kebijakan pemerintah. Dengan begitu, kritik yang disampaikan masyarakat melalui insans pers dapat mendorong terciptanya pola pemerintahan yang pentahelix.
"Pemerintah tidak boleh anti kritik untuk kemajuan bersama," kata Herda, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini.
Ia menjelaskan, pers yang berintegritas berarti menerapkan keselarasan antara pola pikiran, ucapan hingga perbuatan. Untuk menanamkan sikap integritas tersebut, dapat dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, adil dan kerja keras.
"Itulah yang perlu kita tanam dalam kebiasaan, supaya tidak hanya terucap tetapi juga dilakukan," imbuhnya.
Herda mengemukakan insan pers juga diharapkan dapat mencerminkan sikap profesional dan independen. Profesional berarti cara penyampaian informasi berdasarkan fakta yang diperoleh. Sedangkan independensi ialah tidak adanya unsur-unsur kepentingan dalam penyampaian berita.
Seringkali, kata Herda, wartawan terjebak dalam menyampaikan informasi berdasarkan opini. Padahal fakta yang harus disampaikan harus didasarkan pada bukti-bukti valid. Dengan peran pers yang integritas dan independen, diharapkan terwujudnya sistem pemerintahan yang transparan, akuntabel dan profesional.
"Semoga kirpah pers semakin bisa dirasakan masyarakat, karena pengkritik yang baik sejatinya adalah kawan," ungkapnya.
Penasihat PWI Kudus, Deka Hendratmanto ikut memberi komentar terkait tema peringatan HPN ke-79 yakni "Pers Integritas untuk Indonesia Emas.
Menurutnya, selama ini ia belum merasakan pers yang integritas. Terlebih, dia melihat realita masyarakat yang tidak banyak membaca informasi di media masa.
Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Kudus, Saiful Annas berharap dengan peringatan HPN dapat memantik semangat para wartawan di Kudus untuk lebih profesional dan mengedepankan sikap integritas dama menyampaikan informasi.
"Wartawan perlu komitmen dalam menyampaikan informasi sesuai fakta dan kaidah jurnalistik, karena itu mencerminkan seorang wartawan," ujarnya.