Pertamina Jatimbalinus pastikan ketersediaan LPG subsidi 3 kilogram
PT. Pertamina Patra Niaga (Persero) menjamin ketersediaan tabung LPG melon ukuran 3 kg bersubsidi sekaligus memastikan tidak terjadi kelangkaan karena sebenarnya juga tidak ada masalah terkait dengan proses pendistribusian dari hulu hingga ke hilir.

Elshinta.com - PT. Pertamina Patra Niaga (Persero) menjamin ketersediaan tabung LPG melon ukuran 3 kg bersubsidi sekaligus memastikan tidak terjadi kelangkaan karena sebenarnya juga tidak ada masalah terkait dengan proses pendistribusian dari hulu hingga ke hilir.
Sementara itu di sau sosis pihaknya juga menyambut baik usulan badan usaha desa adat di Bali menjadi pangkalan LPG subsidi. Dengan demikian diharapkan dengan cara itu kedepannya mendekatkan pendistribusian kepada masyarakat selaku konsumen.
Pernyataan tersebut disampaikan Ahad Rahedi selaku Manager Komunikasi, Relasi dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) saat acara temu media yang berlangsung di Kota Denpasar, Bali.
“Dengan pertambahan lembaga distribusi (LPG subsidi) resmi, maka ini akan memperluas sebaran,” kata Ahad Rahedi selaku Manager Komunikasi, Relasi dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus),
Ia menjelaskan apabila terealisasi, maka badan usaha di desa adat itu perlu mencatatkan nomor induk berusaha (NIB) dan Online Single Submission (OSS) atau sistem perizinan usaha terintegrasi secara elektronik di masing-masing kabupaten/kota.
“Jadi memastikan setiap masyarakat desa, diwakili desa adat bisa memperoleh subsidi karena dekat dengan masyarakat,” jelasnya.
Kelompok masyarakat itu yakni masyarakat yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), nelayan sasaran, petani sasaran serta usaha mikro.
Sementara itu, usulan kuota elpiji subsidi di Bali pada 2025 mencapai 231.193 metrik ton, berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bali.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali,Ida Bagus Setiawan, dalam rapat koordinasi itu menambahkan pihaknya berencana akan melakukan verifikasi ulang terkait data dukung kelompok masyarakat itu kepada pemerintah kabupaten/kota di Bali.
Pasalnya, realisasi kuota elpiji subsidi ukuran tiga kilogram pada 2024 mencapai 236.811 metrik ton atau lebih tinggi dibandingkan usulan kuota 2025 tersebut.
"Apakah yang diusulkan memang begitu atau ada yang tercecer," kata Ida Bagus Setiawan seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Sulestyono, Rabu (12/2).