Memahami Solana dan prediksi pergerakan pasar di Tahun 2025
Sekarang ini banyak aset crypto yang bisa kamu pilih untuk trading. Namun dari seluruh koin dan token yang tersedia di pasar crypto hanya beberapa yang bisa menghasilkan keuntungan, hal itu pun harus dilakukan analisa dan riset terlebih dahulu.

Elshinta.com - Sekarang ini banyak aset crypto yang bisa kamu pilih untuk trading. Namun dari seluruh koin dan token yang tersedia di pasar crypto hanya beberapa yang bisa menghasilkan keuntungan, hal itu pun harus dilakukan analisa dan riset terlebih dahulu.
Seperti diketahui seluruh aset crypto memiliki sifat volatilitas yang tinggi, dimana harga bisa bergerak naik dan turun dengan cepat. Karena itulah dengan menganalisa teknikal dan fundamental kamu bisa terhindar dari resiko kerugian.
Salah satu aset crypto yang memiliki potensi bullish adalah solana. Berikut beberapa informasi tentang Solana dan prediksi Solana di tahun 2025.
Solana merupakan jaringan blockchain Layer-1 yang menawarkan performa tinggi dengan fokus pada kecepatan dan biaya transaksi yang rendah. Jaringan ini mendukung aplikasi terdesentralisasi serta mata uang crypto.
Untuk mencapai tujuannya, Solana mengintegrasikan konsensus Proof of History (PoH) yang meningkatkan skalabilitas dengan menandai waktu transaksi secara efisien. Dengan kemampuan menangani ribuan transaksi per detik, Solana sangat skalabel dibandingkan dengan Ethereum.
Token asli dari jaringan ini adalah SOL, yang digunakan untuk membayar biaya transaksi, staking, dan berinteraksi dengan smart contract.
Latar Belakang
Salah satu masalah utama yang sering dihadapi oleh teknologi blockchain adalah skalabilitas. Banyak jaringan blockchain mengalami kendala dalam hal kecepatan transaksi dan waktu konfirmasi. Solana hadir sebagai solusi untuk mengatasi masalah ini tanpa mengorbankan keamanan atau desentralisasi.
Solana hadir pada tahun 2017 oleh Anatoly Yakovenko dari Solana Labs. Jaringan ini memperkenalkan pendekatan baru dalam memverifikasi transaksi blockchain. Bitcoin, Ethereum, dan sebagian besar proyek lainnya menghadapi tantangan terkait waktu transaksi yang lambat, biaya yang tinggi, dan konsumsi energi yang besar.
Solana memanfaatkan berbagai inovasi, termasuk PoH dan paralelisasi, untuk memproses ribuan transaksi per detik (TPS) dengan efisiensi yang tinggi.
Bagaimana Cara Kerja Solana?
Solana sebagai blockchain generasi ketiga yang berbasis proof-of-stake (PoS) dan mengadopsi berbagai inovasi unik untuk meningkatkan throughput, kecepatan transaksi, dan biaya yang rendah. Beberapa fitur kunci yang membentuk ekosistem Solana meliputi:
Proof of History (PoH)
Metode verifikasi waktu yang tidak bergantung pada tanda waktu konvensional. PoH membantu menyusun urutan transaksi dengan cepat tanpa memerlukan waktu tunggu yang lama.
Paralelisasi:
Kemampuan untuk memproses lebih dari satu transaksi secara bersamaan, yang meningkatkan efisiensi jaringan.
Tower Byzantine Fault Tolerance (BFT)
Versi yang dioptimalkan dari Practical BFT dengan integrasi Proof of History (PoH).
Turbine
berfungsi sebagai protokol pengiriman blok yang cepat.
Gulf Stream
Protokol penerusan transaksi yang tidak memerlukan mempool. Sealevel memungkinkan eksekusi smart contract secara paralel.
Pipelining
Unit pemrosesan transaksi yang meningkatkan kecepatan validasi.
Cloudbreak
Database akun yang dapat diskalakan secara horizontal.
Dengan kombinasi fitur-fitur ini, Solana berhasil menciptakan jaringan berkinerja tinggi dengan waktu blok sekitar 400 milidetik dan mampu memproses ribuan transaksi per detik (TPS). Jika dibandingkan, Bitcoin memiliki waktu blok sekitar 10 menit, sementara Ethereum sekitar 15 detik, yang menunjukkan seberapa jauh Solana telah mengatasi batasan-batasan tersebut.
Pemilik SOL dapat melakukan staking token mereka sebagai bagian dari mekanisme konsensus Proof of Stake (PoS) blockchain. Dengan dompet crypto yang sesuai, kamu dapat melakukan staking token dengan validator yang memproses transaksi di jaringan Solana.
Sebagai imbalan nya, validator yang berhasil dapat membagikan reward kepada pemilik token yang melakukan staking. Mekanisme ini mendorong validator dan delegator untuk bertindak sesuai dengan kepentingan jaringan.
Apa Itu SOL?
SOL adalah token utilitas yang menjadi penggerak ekosistem Solana, terkenal karena tingkat deflasinya. Di jaringan Solana, SOL digunakan sebagai alat pembayaran untuk transaksi dan untuk berinteraksi dengan smart contract.
Selain itu, pemilik SOL memiliki kesempatan untuk menjadi validator dalam jaringan, sesuai dengan yang diizinkan oleh platform Solana. Seperti Ethereum, Solana juga memungkinkan pengembang untuk menciptakan smart contract dan proyek berbasis blockchain.
SOL beroperasi berdasarkan protokol SPL, yang mirip dengan standar ERC-20 di Ethereum. Token SOL memiliki dua fungsi utama:
Pembayaran Transaksi
Pengguna memerlukan SOL untuk membayar biaya transaksi yang timbul saat menggunakan jaringan Solana atau berinteraksi dengan smart contract.
Staking
Pemilik SOL dapat melakukan staking token mereka sebagai bagian dari mekanisme konsensus Proof of Stake (PoS) yang diterapkan oleh jaringan Solana.
Dalam ekosistem Solana, token SOL memiliki berbagai kegunaan, terutama dalam pengembangan aplikasi terdesentralisasi (DApp) yang memanfaatkan standar SPL.
Prediksi Harga Solana 2025
Dengan dukungan indikator teknis dan struktur pasar yang bullish, altcoin ini menunjukkan potensi pergerakan harga yang signifikan. Lalu, bagaimana dengan potensi Solana dalam beberapa minggu ke depan?
Level Support dan Fibonacci Retracement
Harga Solana baru-baru ini mengalami pemantulan yang kuat dari level support Rp2.934.700 (setara US$179,66), yang bertepatan dengan zona Fibonacci retracement 61,8 persen. Level ini sering kali menjadi area penting untuk pembalikan tren, menarik minat beli saat tekanan bearish mulai mereda.
Pemantulan ini memvalidasi zona support dan membuka peluang untuk kenaikan harga ke target bullish berikutnya pada Rp4.152.000 (US$254,35), Rp4.936.000 (US$302,02), dan Rp5.638.400 (US$345,76) berdasarkan ekstensi Fibonacci.
Secara struktural, pola higher lows yang muncul setelah pemulihan ini menunjukkan adanya minat beli yang meningkat, yang dapat memicu momentum untuk breakout lebih lanjut jika sentimen pasar tetap positif.
Analisis Rasio MVRV
Rasio Market Value to Realized Value (MVRV) untuk Solana menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Rasio ini menunjukkan bahwa banyak investor yang melakukan pembelian selama periode akumulasi sebelumnya kini berada di titik impas atau bahkan mendapatkan keuntungan kecil.
Saat ini, rasio MVRV Solana mendekati area netral, yang berarti harga belum mencapai kondisi undervaluasi atau overvaluasi yang ekstrem. Jika rasio ini terus meningkat secara konsisten, hal ini dapat memperkuat kepercayaan pasar terhadap momentum bullish Solana.
Analisis RSI
Indikator Relative Strength Index (RSI) juga mendukung pandangan bullish untuk Solana. Dengan nilai RSI saat ini berada di kisaran 55–60, aset ini berada di zona netral hingga bullish, memberikan peluang untuk pergerakan harga yang lebih tinggi tanpa memicu kondisi overbought.
Pergerakan harga Solana
Dilansir dari Pintu Market, harga Solana hari ini adalah Rp Rp 3.596.033 dengan volume perdagangan harian Solana (SOL) mencapai US$4.274.285.890 dalam 24 jam terakhir, mengalami penurunan sebesar -9,60% dibandingkan dengan satu hari yang lalu.
Sedangkan harga tertinggi sepanjang waktu untuk Solana (SOL) adalah US$293,31, yang tercatat pada 19 Januari 2025. Saat ini, harga tersebut 26,39% lebih rendah dibandingkan dengan harga tertinggi yang pernah dicapai.
Untuk harga terendah sepanjang waktu untuk Solana (SOL) adalah US$0,5008, yang tercatat pada 11 Mei 2020 (lebih dari 4 tahun yang lalu). Saat ini, harga tersebut 43.012,36% lebih tinggi dibandingkan dengan harga terendah yang pernah ada.