Top
Begin typing your search above and press return to search.

BP Haji audit Siskohat, kurangi antrean calon jemaah haji

Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) berencana mengaudit Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat). Langkah itu diambil sebagai salah satu upaya mengurangi antrean kloter calon jemaah ibadah haji reguler di Indonesia.

BP Haji audit Siskohat, kurangi antrean calon jemaah haji
X
Kepala BP Haji, Mochamad Irfan Yusuf, di acara Silaturahmi Bersama Badan Penyelenggara Haji (BP HajI) dan Media, sekaligus Tarhib Ramadhan 1446 H, di Kantor BP Haji, Jakarta Pusat, Kamis (27/2/25). Foto: Rama Pamungkas

Elshinta.com - Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) berencana mengaudit Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat). Langkah itu diambil sebagai salah satu upaya mengurangi antrean kloter calon jemaah ibadah haji reguler di Indonesia.

"Pertama, antrian itu, di Siskohat akan kita audit ulang lagi. Benar nggak angkanya seperti itu? Karena ada kemungkinan angka itu tidak terlalu benar. Ada beberapa hal yang mungkin bisa mengurangi jumlah itu," ujar Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji), Mochamad Irfan Yusuf, di acara Silaturahmi Bersama Badan Penyelenggara Haji (BP HajI) dan Media, sekaligus Tarhib Ramadhan 1446 H, di Kantor BP Haji, Jakarta Pusat, Kamis (27/2/25).

Siskohat merupakan sistem pengelolaan data dan informasi penyelenggaraan ibadah haji secara terpadu. Sistem ini membantu pemerintah mengatur penyelenggaraan haji seperti mengurus administrasi jemaah haji mulai dari pendaftaran haji, dokumen haji, dan keuangan haji.

Kedua, kata Irfan, pihaknya mengetahui bahwa Arab Saudi mencanangkan pada 2030 jumlah jemaah haji pertahun bisa sampai 5 juta orang. Jumlah itu menurutnya dua kali lipat dari jumlah quota haji saat ini. BP Haji kata Irfan akan memanfaatkan maksimal rencana tersebut untuk calon jemaah haji indonesia.

"Sehingga kalau itu terlaksana, berarti juga kuota kita akan dua kali lipat. Dan itu akan mengurangi antrian yang cukup panjang," kata Gus Irfan, panggilan akrabnya.

Gus Irfan juga mengatakan, mengurangi antrean atau daftar tunggu calon jemaah haji tidak sepenuhnya bisa dilakukan pemerintah Indonesia. Namun, BP Haji, kata dia, akan mengusahakan maksimal agar antrean terus berkurang.

Seperti diketahui, Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang sebelumnya mengungkap, antrean calon jemaah haji Indonesia untuk bisa berangkat ke tanah suci terbilang panjang yakni sampai 5 juta orang.

"Kami menyampaikan kepada Bapak Presiden, Pak Prabowo, bahwa situasi psikologis jamaah kita sekarang daftar tunggu cukup panjang karena sudah di atas lima juta jemaah," kata Marwan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa, (07/01/25).

Marwan menjelaskan banyak calon jemaah yang cemas gagal berangkat. Karena, waktu tunggu keberangkatan rata-rata 25-30 tahun.

Penulis: Rama Pamungkas/Ter

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire