Top
Begin typing your search above and press return to search.

Hari terakhir bekeja, buruh Sritex corat coret seragam kerja sebagai kenang-kenangan

Ribuan buruh pabrik tekstil PT Sritex di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah mengakhiri masa kerjanya, Jumat (28/2).

Hari terakhir bekeja, buruh Sritex corat coret seragam kerja sebagai kenang-kenangan
X
Sumber foto: Deni Suryanti/elshinta.com.

Elshinta.com - Ribuan buruh pabrik tekstil PT Sritex di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah mengakhiri masa kerjanya, Jumat (28/2). Sesuai dengan putusan pengadilan, operasional pabrik dihentikan permanen dan tutup total per 1 Maret 2025, sehingga hari terakhir bekerja bagi seluruh buruh dan pekerja Sritex.

Salah satu pekerja PT Sritex, Karwi mengaku sedih dengan berakhirnya operasional pabrik tekstil terbesar di Asia Tenggara tersebut. Selain sebagai tempat mencari nafkah, ia juga dipertemukan dengan istrinya sesama pekerja di pabrik Sritex. Selama lebih dari 10 tahun menjadi bagian dari PT Sritex, tentu banyak hal yang bakal segera menjadi kenangan dengan ditutupnya pabrik. "Ya sedih, banyak kenangan disini, tempat mencari nafkah pula," ungkapnya.

Karwi mengatakan menerima surat atau formulir pemutusan hubungan kerja (PHK) cukup mendadak, yakni pada Kamis (27/2/2025) kemaren. Semua buruh menerima formulir yang sama, artinya di PHK semua. Dia belum memiliki rencana untuk kedepannya, tetapi yang pasti akan segera mencari pekerjaan lain guna mencukupi kebutuhan hidup keluarga. "Cari kerja lain, tapi belum terpikirkan kerja dimana," tambahnya.

Pada hari terakhir bekerja, semua buruh tetap datang menyelesaikan pekerjaannya. Sebelum pulang, mereka berkumpul didepan pabrik. Nampak baju seragam kerja yang setiap hari dipakai terdapat banyak coretan tinta spidol permanen. Layaknya anak sekolah yang merayakan kelulusan, ternyata para buruh ini meminta atasan mereka di divisi membubuhkan tanda tangan diseragam kerja sebagai kenang-kenangan.

Teman-teman sesama pekerja juga turut saling tukar coretan tanda tangan. Menurut mereka, hal tersebut sebagai bentuk kelulusan atau PHK mereka dari pekerjaan di PT Sritex. Momen ini menjadi simbol perpisahan bagi mereka yang telah mengabdikan diri di Sritex. "Jadi kenang-kenangan terakhir," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire