Top
Begin typing your search above and press return to search.

Observatorium Ponpes Assalaam Pabelan tetap gelar rukyat hilal puasa

Penentuan 1 Ramadan Tahun 2025 di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah tetap mengacu pada data hisab atau pengamatan bulan yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Observatorium Ponpes Assalaam Pabelan tetap gelar rukyat hilal puasa
X
Sumber foto: Deni Suryanti/elshinta.com.

Elshinta.com - Penentuan 1 Ramadan Tahun 2025 di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah tetap mengacu pada data hisab atau pengamatan bulan yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) RI. Namun demikian, dari pengamatan awal rukyatul hilal bulan di Surakarta pada umumnya yang dilaksanakan oleh Observatorium Ponpes Assalaam di Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo telah memenuhi syarat. Hasil pengamatan awal ini menegaskan bahwa Jumat (28/2/2025) malam sudah masuk 1 Ramadan. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Laboratorium Astronomi Assalaam, AR Sugeng Riyadi.

Menurut Sugeng Riyadi, pengamatan atau rukyatul hisab bulan guna menentukan awal puasa Ramadan dan 1 Syawal memang disyariatkan dalam Islam. Berlaku secara normatif meskipun dari pengamatan awal sudah bisa memastikan atau menentukan awal puasa. Sehingga titik-titik pengamatan hisab bulan hari ini yang juga bertepatan dengan 29 Syakban tetap dilaksanakan diseluruh Indonesia dengan pusat koordinasi di Kemenag Jakarta.

"Kami tetap melaksanakan rukyat hilal karena menjalankan syariat," kata AR Sugeng Riyadi seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Jumat (28/2).

Dikatakan Sugeng Riyadi, metode hisab bulan yang dilakukan oleh Muhammadiyah jauh-jauh hari telah memiliki hasil pengamatan hilal guna menentukan 1 Ramadan pada 1 Maret. Dasarnya ketinggian hilal bulan telah lebih dari 3 derajad diufuk timur. Sementara rukyat hilal yang dilaksanakan oleh kalangan Nahdlatul Ulama (NU) juga menunjukkan hal serupa dimana syarat tinggi hilal toposentrik bulan telah terpenuhi, diatas 3 derajad.

Syarat konjungsi juga telah terpantau di Sabang Aceh, sehingga 1 Ramadan jatuh pada 1 Maret. "Pemerintah melaksanakan rukyat hilal dengan metode penggabungan antara hisab dan rukyat, disebut Neo=Mabims," ungkapnya.

Pengamatan bulan atau rukyatul hilal guna menentukan awal puasa di Pusat Astronomi Ponpes Assalaam dimulai pada pukul 16.00 WIB. Terbuka untuk masyarakat umum yang ingin ikut menyaksikan pengamatan tetapi tetap diberlakukan pembatasan jumlah pengunjung.

Ada layar besar yang akan menampilkan hasil pengamatan teropong bintang milik observatirium. Dan juga terhubung secara live streaming ke kantor Kemenag di Jakarta. AR Sugeng Riyadi berharap kondisi cuaca saat pengamatan mendukung, artinya cerah dan pengamatan tidak terhalang. Mengingat saat ini intensitas hujan masih cukup tinggi terutama saat sore hari.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire