Top
Begin typing your search above and press return to search.

PLN patroli 24 jam, ini panduan terkait listrik saat banjir

PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya telah menerjunkan petugas untuk berpatroli ke berbagai wilayah yang memiliki histori banjir dan serta melakukan pengecekan berkala di pintu-pintu air selama 24 jam. Seperti diketahui, hujan deras mengguyur kawasan Jabodetabek sejak Minggu (2/3/2025) malam dan menyebabkan beberapa wilayah di Jakarta terdampak banjir.

PLN patroli 24 jam, ini panduan terkait listrik saat banjir
X
Banjir melanda Jakarta, Bogor dan Bekasi, Selasa (4/3/2025). Foto: Biro Humas Kemensos RI

Elshinta.com - PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya telah menerjunkan petugas untuk berpatroli ke berbagai wilayah yang memiliki histori banjir dan serta melakukan pengecekan berkala di pintu-pintu air selama 24 jam. Seperti diketahui, hujan deras mengguyur kawasan Jabodetabek sejak Minggu (2/3/2025) malam dan menyebabkan beberapa wilayah di Jakarta terdampak banjir.

General Manager PLN UID Jakarta Raya Lasiran mengatakan petugas selalu melaporkan kondisi di wilayah tugasnya masing-masing selama 1 jam sekali.

“Setiap jam selalu kami pantau, apabila air mulai naik, petugas kami akan berkoordinasi dengan RT/RW setempat untuk menghentikan aliran listrik sementara demi keselamatan warga sekitar,” ungkap Lasiran.

Penghentian aliran listrik sementara dilakukan PLN saat terdapat rumah warga atau gardu listrik PLN yang terdampak banjir. Penghentian aliran listrik sementara ke rumah warga harus dilakukan demi mengamankan kondisi warga dikarenakan air merupakan pengantar listrik.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan kepada PLN apabila terdampak banjir namun listrik masih menyala. Agar petugas PLN dapat segera ke lokasi dan mengamankan listrik di daerah tersebut,” imbau Lasiran.

Data hingga Selasa (4/3/25) pukul 12.00 WIB PLN telah mengamankan listrik di kediaman 17.224 pelanggan, dengan kondisi 3.577 sudah menyala, dan 13.647 masih belum menyala.

Wilayah yang masih padam di antaranya, Pejaten Timur, Jl. Tanah Rendah Jatinegara, Jl. Balekambang, Jl. Lembang Pasir Pasar Rebo, Komplek IKPN Bintaro, Jl. Kemang Ifi Jatiasih, Perum Pondok Gede, Perum Pondok Mitra, Jl. Bojong Kavling Cengkareng. Ketinggian banjir dilokasi-lokasi tersebut, belum memungkinkan untuk menormalkan aliran listrik.

Lebih lanjut PLN memberikan sejumlah panduan untuk keamanan warga di saat bencana Banjir. Beberapa hal yang pertama-tama harus dilakukan masyarakat saat terjadi banjir di antaranya:

•⁠ ⁠Matikan aliran listrik dari MCB yang berada di kWh meter masing-masing

•⁠ ⁠Cabut semua peralatan listrik dari stop kontak

•⁠ ⁠Pindahkan peralatan listrik ke tempat yang lebih tinggi

•⁠ ⁠Jauhi area dengan kabel atau jaringan listri yang terendam banjir

•⁠ ⁠Jika listrik masih menyala saat banjir, segera laporkan melalui aplikasi PLN Mobile

•⁠ ⁠Laporkan kondisi banjir ke instansi terkait untuk tindakan lebih lanjut

PLN UID Jakarta Raya juga telah menyiapkan sebanyak 2.148 petugas yang bersiaga selama 24 jam, 17 perahu karet, 10 unit Uninterruptible Power Supply (UPS) total daya 3.200 kVA, 9 Unit Kabel Bergerak (UKB) total 6.400 meter, 38 Unit Gardu Bergerak (UGB) total daya 23.240 kVA, 8 Unit Trafo Bergerak (UTB) total daya 5.450 kVA, 1 unit power generator 600 kVA, 8 mobil crane, dan 7 unit mobil deteksi, serta 17 posko siaga yang tersebar di seluruh Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan di seluruh wilayah Jakarta.

Penulis: Vivi Trisnavia/Ter

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire