Pemkab Sukoharjo kembali gelar Festival Kampung Ramadan
Bupati Sukoharjo, Jawa Tengah Etik Suryani berharap Gedung Pusat Promosi dan Potensi Daerah (GP3D) menjadi pusat kuliner Ramadan seperti kawasan De Park, Solobaru.

Elshinta.com - Bupati Sukoharjo, Jawa Tengah Etik Suryani berharap Gedung Pusat Promosi dan Potensi Daerah (GP3D) menjadi pusat kuliner Ramadan seperti kawasan De Park, Solobaru.Hal tersebut didasari dengan kerberhasilan dinas terkait menyelenggarakan spot kuliner usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal dalam Festival Kampung Ramadan di GP3D setiap bulan puasa.
Bupati Etik Suryani mengatakan, Kampung Ramadan menjadi salah satu upaya pemkab memfasilitasi pelaku usaha kecil bidang kuliner pada saat bulan puasa. Pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopumdag) menyiapkan lapak-lapak halamam GP3D yang mudah diakses masyarakat. Lapak tersebut digunakan oleh pelaku usaha kecil bidang kuliner berjualan saat sore hari sepanjang Bulan Ramadan.
"Ini event tahunan yang menarik, jadi harus dikemas yang baik dan menarik pengunjung," kata Bupati seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Jumat (7/3).
Diskopumdag juga menyediakan meja dan bangku serta alas tikar untuk pengunjung bisa menikmati santap berbuka di lokasi. Festival Kampung Ramadan yang diinisiasi oleb pemkab ini menjadi salah satu alternatif warga selain poin center kuliner dengan tema serupa yang diselenggarakan pihak swasta.
"Seperti di De Park itu meskipun mahal tetap yang datang banyak, saya inginnya Kampung Ramadan GP3D juga begitu," tamnbahnya.
Menurut Bupati, animo masyarakat cukup besar mengakses Kampung Ramadan. Selain kuliner, juga tersedia lapak pedagang yang melayani parsel atau bingkisan lebaran dengan berbagai varian isi. Pihaknya menjamin, dagangan yang dilapakkan di Festival Kampung Ramadan sangat terjangkau. "Pelayanan harus ramah dan jaga kebersihan," ujar dia.
Sementara, Kepala Diskopumdag Sukoharjo, Iwan Setiyono menambahkan, pelapak di festiva kuliner Kampung Ramadan GP3D kurang lebih pelaku usaha yang sama setiap tahunnya. Karena memang dinas sudah memiliki mitra UMKM dari kelompok-kelompok pelaku usaha budang kuliner yang selama ini bekerja sama. Tetapi selalu ada pelapak baru yang bergabung sehingga menambah ragam dangangan, otomatis para pengunjung akan memiliki lebih banyak pilihan menu berbuka.