Harga sembako dibawah harga pasar, gerakan pangan murah diserbu warga
Ratusan warga Kabupaten Kudus Jawa Tengah antusias datang dalam acara Gerakan Pasar Murah yang digelar di depan kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Jumat (7/3).

Elshinta.com - Ratusan warga Kabupaten Kudus Jawa Tengah antusias datang dalam acara Gerakan Pasar Murah yang digelar di depan kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Jumat (7/3). Bupati Kudus Sam'ani Intakoris dan Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton yang hadir ikut mengecek harga sembako di stand-stand pedagang.
"Alhamdulillah, antusias warga bagus. Di sini sudah kami cek harganya masih di bawah standar harga pasar," ujar bupati
Gerakan Pasar Murah akan digelar 3 kali. Minggu pertama di halaman Dinas Pertanian dan Pangan, minggu kedua di halaman Kantor Kecamatan Kaliwungu dan minggu ketiga di halaman Kantor Kecamatan Jekulo. Pelaksanaan sudah dipertimbangkan sehingga tidak mengganggu pasar lain.
"Sudah dikomunikasikan biar tidak terlalu banyak sehingga pasar lain tidak terganggu," lanjutnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Jumat (7/3).
Sam'ani menjelaskan meskipun ada kenaikan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) pada beberapa komoditas, hal itu masih dinilai normal. Terlebih permintaan masyarakat untuk persiapan lebaran juga meningkat.
Pihaknya juga mengantisipasi inflasi bulan Maret setelah pada Februari mengalami deflasi. Pasalnya, terjadi kenaikan harga dan kebutuhan masyarakat jelang lebaran. Sebagai informasi, deflasi bulan lalu disebabkan adanya diskon token listrik.
"Kami mengantisipasi inflasi karena memang kebutuhan dan permintaan masyarakat yang meningkat. Tapi kami pastikan stok sembako aman," jelasnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Didik Tri Prasetiyo menjelaskan terdapat 40 pelaku usaha yang terlibat dalam Gerakan Pangan Murah. Komoditas yang diserbu terutama beras dan gula. Perbedaan harga beras di pasar diperkirakam selisih 2-3 ribu rupiah.
"Yang diserbu warga beras dan gula. Sebab selisih harga di pasar berkisar 2-3 ribu rupiah," ungkapnya.
Ditambahkan, Bulog menyediakan 2 ton beras, sementara dari Gerakan Pangan Murah (GPM) menyediakan 3,5 ton beras. Masyarakat berbondong-bondong antre sejak pukul 06.30 WIB. Bahkan, warga sengaja datang dari luar Kecamatan Kota untuk membeli beras di GPM.
"Warga antusias ya, banyak yang dari sekitar Kecamatan Kota. Tapi banyak juga yang dari kecamatan lain," urainya.
Salah satu warga Desa Panjang yang hadir, Nur Indah, mengungkapkan sengaja datang untuk membeli sembako dengan harga murah. Pihaknya membeli beras, telur, dan minyak untuk kebutuhan makan sehari-hari. Indah menuturkan selisih harga telur sekitar 2 ribu rupiah lebih murah daripada di pasar.