Kemenhan dan Badan Gizi Nasional sosialisasi MBG di Papua
Staff Khusus Menteri Pertahanan Bidang Kedaulatan RI Dr. Lenis Kogoya beserta tim tiba di Timika Papua untuk mengadakan sosialisasi makanan bergizi gratis (MBG), Senin (10/3/2025). Lokasi pertama yang dikunjungi adalah SD Kebun Sirih yang berlokasi di Kabupaten Mimika Papua. Tujuannya untuk melihat kesiapan sekolah dan melakukan sosialisasi secara langsung kepada peserta didik.
.jpeg)
Elshinta.com - Staff Khusus Menteri Pertahanan Bidang Kedaulatan RI Dr. Lenis Kogoya beserta tim tiba di Timika Papua untuk mengadakan sosialisasi makanan bergizi gratis (MBG), Senin (10/3/2025). Lokasi pertama yang dikunjungi adalah SD Kebun Sirih yang berlokasi di Kabupaten Mimika Papua. Tujuannya untuk melihat kesiapan sekolah dan melakukan sosialisasi secara langsung kepada peserta didik.
Kemudian tim menuju aula Kantor Bupati Kab Mimika Papua melakukan sosialisasi MBG bersama Badan Gizi Nasional (BGN) yg diwakilkan oleh Tenaga Ahli Bidang Sistem dan Tata Kelola Dr. Ir. Niken Gandini, PJ Bupati Kabupaten Mimika Yonathan Demme Tangdiliniti, dinas pendidikan Kabupaten Mimika yg diwakili oleh Yunnus Simannto serta Kepala sekolah mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Dalam kesempatan ini pihak BGN menyatakan bahwa program MBG ditargetkan untuk peserta didik dan non peserta didik. Peserta didik yang dimaksud adalah siswa dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas serta non peserta didik adalah ibu hamil dan menyusui serta anak balita. Program MBG juga bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi dan pengetahuan gizi kelompok sasaran untuk menghasilkan SDM yang berkualitas demi kemajuan bangsa dan mencapai indonesia emas tahun 2045
“Masalah gizi stunting kekurangan dan kelebihan berat badan akibat dari pola makan yang tidak seimbang, dalam program makanan bergizi gratis ini kami memperkenalkan makanan yang seimbang dan memastikan bahwa makanan yang diberikan adalah bergizi seimbang (karbohidrat, protein, sayur dan buah), untuk mencapai harapan Indonesia Emas 2045.
Nantinya di setiap dapur akan menyerap 50 tenaga kerja untuk menyediakan 3.000 porsi makanan perhari dengan estimasi biaya per porsi 15 ribu rupiah dengan rincian untuk bahan pangan 10 ribu rupiah, selebihnya untuk biaya operasional yang meliputi listrik, gas, dan sewa menyewa alat masak dan dapur.
Sementara itu, di tengah program sosialisasi makanan bergizi gratis ini ada beberapa isu yang menyebabkan kekhawatiran bagi anak anak yaitu mengenai makanan beracun. Untuk menampik isu tersebut Staff Khusus Kementrian Pertahanan Bidang Kedaulatan RI Dr lenis Kogoya menyatakan bahwa nanti dapur program MBG akan dikelola masyarakat Papua dengan membuka dan mengelola lahan mereka sendiri.
Dan sebagai tambahan akan ada arahan yang diberikan oleh guru untuk menjaga agar tidak masuk isu-isu yang tidak benar karena anak- anak butuh belajar dan gizi yang baik. "Nanti dapur masak ada di samping, dikelola oleh mereka sendiri, dari mereka untuk mereka. Dan arahan kepada guru-guru untuk menjaga jangan sampai masuk isu-isu yang tidak benar karena anak-anak butuh makan dan gizi yang baik,” ujar Lenis.
Hal tersebut juga didukung oleh PJ bupati Mimika Jonathan Demme yang menyatakan bahwa program makanan bergizi gratis ini adalah bentuk nyata dari pemerintah pusat dan daerah untuk pemerataan gizi yang baik, “Harapannya semoga program ini berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat papua," ujarnya.
Sementara itu TNI AD melalui asisten potensi wilayah komando gabungan wilayah pertahanan III Brigadir Jendral TNI Yudhi Prasetiyo menyatakan siap mendukung program ini agar dapat dilakukan dan dirasakan manfaat oleh masyarakat papua, Ia pun mengatakan peran TNI adalah mendukung pertahanan dan kesejahteraan masyarakat.
“Keterlibatan yang dilakukan oleh TNI adalah mendukung program makanan bergizi gratis dengan pertahanan dan keamanan,” ujarnya.
Kita semua berharap agar program makanan bergizi gratis ini dapat segera terrealisasi di wilayah papua dan masyarakat papua dapat merasakan manfaatnya.
Penulis: Suwiryo/Ter