Pengguna jasa bus diperkirakan naik 15 persen pada musim mudik lebaran
Elshinta.com - Kepala Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi Sukabumi Yukky Rahmat Yunus memperkirakan jumlah warga Sukabumi, Jawa Barat, yang memanfaatkan jasa bus untuk mudik pada musim mudik Idul Fitri 1446 H atau Lebaran 2025 naik sekitar 15 persen.

Elshinta.com - Kepala Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi Sukabumi Yukky Rahmat Yunus memperkirakan jumlah warga Sukabumi, Jawa Barat, yang memanfaatkan jasa bus untuk mudik pada musim mudik Idul Fitri 1446 H atau Lebaran 2025 naik sekitar 15 persen.
"Mayoritas tujuan mudik Lebaran dari Sukabumi beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur," katanya di Sukabumi, Senin.
Menurut Yukky, rata-rata setiap harinya jumlah penumpang yang berangkat dari Terminal KH Ahmad Sanusi 800-1.000 orang, kemungkinan pada musim mudik jumlah warga yang menggunakan jasa bus untuk mudik sekitar 1.000 sampai 1.200 orang per hari.
Namun, tidak menutup kemungkinan angka jauh lebih besar dari prediksi, karena saat ini banyak penumpang yang memilih menggunakan jasa bus untuk melakukan perjalanan jauh sebab dinilai lebih nyaman dan murah. Puncak mudik dari Kota Sukabumi diprediksi akan terjadi pada H-3 sampai H-1 lebaran.
"Kami telah menyiapkan berbagai pelayanan untuk memastikan kelancaran, kenyamanan serta keamanan para pemudik," katanya.
Di sisi lain, Yukky mengatakan Kota Sukabumi merupakan daerah tujuan mudik, sehingga pihaknya memprediksi jumlah penumpang yang datang atau kedatangan akan lebih besar dibandingkan pemberangkatan.
Diprediksi arus penumpang yang datang dari berbagai daerah khususnya Jabodetabek pada musim mudik akan meningkat sekitar 20 persen dibandingkan dengan hari-hari biasa.
Sedangkan untuk jumlah bus yang tersedia di Terminal Tipe A untuk melayani mudik sebanyak 245 hingga 260 unit. Bus tersebut melayani rute antar kota antar provinsi (AKAP) dan antar kota dalam provinsi (AKDP).
Pada perayaan Idul Fitri 1446 H, pihaknya memastikan tidak akan ada penambahan unit bus, karena melibatkan bus yang sudah reguler yang ada. Sementara, untuk tarif hari raya, masih menunggu. Namun, untuk persiapan angkutan lebaran, pihaknya juga melakukan pengawasan terhadap kenaikan tarif bus.