Top
Begin typing your search above and press return to search.

Papua siap mendukung program Makan Bergizi Gratis

Staff Khusus Menteri Pertahanan Bidang Kedaulatan Republik Indonesia Dr. Lenis Kogoya bersama rombongan, Selasa (11/3/2025) siang tiba di Nabire, Papua Tengah. Kunjungan ini berkaitan dengan sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Acara ini sekaligus juga ajang pemberian paket MBG secara simbolis untuk siswa-siswa di SD YPK Sion Nabire dan SD-SMP-SMA Advent Nabire. Sosialisasi dihadiri oleh pihak Badan Gizi Nasional dan Pengurus Lembaga Masyarakat Adat Papua.

Papua siap mendukung program Makan Bergizi Gratis
X
Dr.Lenis Kogoya menyerahkan secara simbolis paket program MBK di sekolah Nabire, Papua, Selasa (11/3/2025). Foto: Humas Kedaulatan RI Kemenhan

Elshinta.com - Staff Khusus Menteri Pertahanan Bidang Kedaulatan Republik Indonesia Dr. Lenis Kogoya bersama rombongan, Selasa (11/3/2025) siang tiba di Nabire, Papua Tengah. Kunjungan ini berkaitan dengan sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Acara ini sekaligus juga ajang pemberian paket MBG secara simbolis untuk siswa-siswa di SD YPK Sion Nabire dan SD-SMP-SMA Advent Nabire. Sosialisasi dihadiri oleh pihak Badan Gizi Nasional dan Pengurus Lembaga Masyarakat Adat Papua.

Kegiatan tersebut dilakukan sekaligus untuk menampik isu-isu negatif yang berujung pada penolakan program MBG di Papua, yang sempat mengemuka belakangan. Lenis Kagoya mengatakan bahwa isu negatif tersebut harus diluruskan.

“Kita harus secara aktif menolak isu tersebut. Tugas sekolah adalah melakukan sosialisasi kepada siswa bahwa Makan Bergizi Gratis ini bertujuan untuk mensejahterakan mereka dan mencapai generasi Indonesia Emas 2045 mendatang,” jelasnya.

Demi menepis isu tersebut, lanjut Lenis, perlu segera dilakukan pembukaaan dapur umum di sekolah. Misalnya dapur umum guna melayani beberapa sekolah di Nabire. Sementara dapur umum sekolah YPK Sion Nabire diketahui juga melayani beberapa sekolah lainnya yang terletak di Nabire.

Dalam kegiatan dapur umum ini rencananya melibatkan anak-anak Papua yang sudah lulus SMP dan SMA untuk membantu memasak. Mereka dilatih untuk bisa dikerahkan dalam kegiatan di dapur umum. Ada sejumlah persyaratan yang nanti akan disiapkan oleh lembaga masyarakat adat dan koordinator wilayah Papua Tengah untuk kegiatan ini. Dengan demikian diharapkan tidak ada lagi kekhawatiran atau prasangka makanan yang disiapkan beracun. Antisipasinya, jikalau terjadi maka laporkan ke lembaga masyarakat adat dan koordiantor wilayah.

"Nanti akan disiapkan satgas oleh lembaga masyarakat adat berjumlah 47 orang, 3 orang koordinator. Jadi total 50 orang. Sehingga diharapkan tidak ada lagi yang mengatakan makanan beracun atau bentuk genosida,” jelas Lenis.

Hal ini disambut baik oleh koordinator wilayah lembaga masyarakat adat Papua Tengah Yona Kogoya. Yona mengatakan siap mendukung program MBG. “Kami siap mendukung program Papak Presiden Prabowo. Dan, mulai hari ini Papua Tengah telah sah menerima program Makan Bergizi Gratis, dan diharapkan tidak ada lagi isu negatif mengenai program pemerintah,” jelasnya.

Selanjutnya Lenis dan tim bertolak ke aula Radio Republik Indonesia (RRI) untuk melakukan sosialisasi program MBG, serta pembinaan lembaga masyarakat adat Kabupaten Nabire, Kabupaten Paniai, Kabupaten Dogiai, dan Kabupaten Deiyai.

Dalam sosialisasi ini Bupati Nabire, Mesak Magai mengatakan bahwa pentingnya kolaborasi antara Dinas Kesehatan dengan Badan Gizi Nasional dalam program MBG. Tujuannya adalah untuk menepis isu kemudian untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan.

“Keterlibatan Dinas Kesehatan dan Badan Gizi Nasional diharapkan selaras agar menciptakan keamanan dan tidak ada provokasi. Lalu ada keterlibatan sekolah meliputi dapur sendiri supaya kejadian yang tidak diinginkan dapat kita antisipasi,” katanya.

Ia pun berharap agar program MBG dapat diterapkan secepatnya dan berjalan sesuai dengan harapan.

Penulis: Suwiryo/Ter

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire