Cegah DBD, legislator muda bersama relawan lakukan 'fogging' di kampung dan sekolah
Mencegah demam berdarah saat musim penghujan membuat salah satu anggota DPRD Kota Solo muda Baruno Wasita Aji turun lapangan.

Elshinta.com - Mencegah demam berdarah saat musim penghujan membuat salah satu anggota DPRD Kota Solo muda Baruno Wasita Aji turun lapangan. Ia melakukan aksi semprot fogging di beberapa tempat perkampungan dan sekolahan bersama relawan.
"Saat ini cuaca hujan, banyak sekali kawan-kawan yang mengajukan fogging, Demam Berdarah salah satunya," terangnya, Minggu (16/3/2025)
Ia melakukannya di kawasan perkampungan Joyosuran serta lingkungan sekolah. Dicontohkan seperti, SD Kristen Widya Wacana, terletak di Jalan Veteran, Serengan Solo, Sabtu (15/03/2025) sore. Sasaran fogging ini dari lima pengajuan yang telah ditindaklanjuti selama bulan Ramadhan.
"Monggo silahkan mengajukan untuk sekolah-sekolah, TK, SD dan SMP, mengajukan kepada kami," terangnya.
Selama ini ia memiliki pelayanan fogging dinamai Fogging Katresnan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) Kota Solo. Komunitas peduli kesehatan lingkungan ini didirikannya sejak 2019 sewaktu wabah COVID 19 Tahun 2019 lalu. Awalnya, fogging untuk wabah covid sekitar lingkungan rumahnya justru berlanjut sampai sekarang.
"Awalnya dulu untuk foging COVID, karena tidak ada lagi, kita lanjutkan fogging, demam berdaraha," terangnya.
Komunitas ini juga dikenal di Kota Solo tidak pernah memungut biaya atau gratis. Semua dilakukan ini, tidak menunggu korban dulu, karena prinsipnya yakni mencegah itu baik daripada mengobati. Ia juga memastikan, foggingnya ramah lingkungan, tidak polusi dan cairan tidak menempel benda sekitar.
"Fogging ini tidak berbau, bahkan aman di lingkungan sekitar," terangnya kepada Kontributor Elshinta Agung Santoso, Senin (17/3).
Tidak berhenti di situ, ia juga mempunyai mobil ambulance untuk kepentingan umum, kami juga melayani, ambulance gratis. Seperti baru saja mengantarkan warga yang sakit, karena kondisi fisiknya," tandasnya.
Pada pantuan di lokasi para relawan melakunan fogging di sudut kampung. Berikut juga, ada di lingkungan gedung SD tersebut, semua ruang ruang kelas dan kantor tidak luput dari fogging. Baik dari TK hingga SD dari lantai bawah dan lantai atas. Salah satu petugas keamanan gedung sekolahan, Hedi Yustianto mengapresiasinya.
"Karena anak didik ada yang terpapar demam berdarah. Saya melihat, ada pelayanan fogging, kami ajukan. Ternyata dengan cepat direalisasi. Mumpung sekolah libur dimanfaatkan untuk fogging sehingga waktu belajar kembali bisa nyaman dan sehat," tandasnya.