Antisipasi kepadatan pemudik dan wisatawan saat libur lebaran di Kota Yogyakarta
Antisipasi kepadatan pemudik dan wisatawan di Yogyakarta saat libur Lebaran 2025. Pemerintah Kota Yogyakarta menyiapkan strategi mitigasi kemacetan, keamanan lalu lintas, serta ketersediaan bahan pokok guna memastikan kenyamanan pemudik dan wisatawan.
Elshinta.com - Tim Ekspedisi Elshinta Jelang Mudik Lebaran 2025 Lintas Jawa melakukan wawancara dengan Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, untuk mengetahui kesiapan Pemkot dalam mengantisipasi kepadatan pemudik dan wisatawan selama libur Lebaran 2025.
Menurut Walikota Hasto Wardoyo, persiapan utama yang dilakukan adalah koordinasi lintas sektor dengan jajaran kepolisian, mulai dari Polda, Polres, hingga satuan lalu lintas. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan TNI, termasuk Dandim dan Danrem, di bawah pimpinan Gubernur DIY. Langkah ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik.
Pemkot Yogyakarta telah memetakan daerah rawan kecelakaan dan kemacetan. Beberapa titik yang menjadi fokus pengamanan antara lain:
- Pintu masuk dari barat: Setelah melewati Purworejo menuju Yogyakarta.
- Bandara Internasional Yogyakarta dan jalur menuju pusat kota.
- Pintu masuk dari timur: Wilayah Prambanan dan Klaten, yang lebih rentan terhadap kemacetan.
- Ring Road Utara: Sering terjadi kepadatan akibat lalu lintas kendaraan wisatawan.
Dengan semakin banyak pemudik yang menggunakan jalur tol Semarang-Solo hingga Prambanan, Pemkot dan kepolisian akan terus memantau kondisi lalu lintas secara real-time untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan.
Selain pemudik, wisatawan juga menjadi faktor utama kepadatan di Kota Yogyakarta selama Lebaran. Beberapa titik wisata yang menjadi perhatian khusus antara lain:
- Malioboro
- Keraton Yogyakarta
- Kebun Binatang Gembira Loka
- Area parkir di sekitar pusat kota
Pemerintah Kota akan menyiapkan area parkir yang memadai untuk menghindari kemacetan akibat bus wisata yang masuk ke pusat kota.
Untuk memastikan ketersediaan bahan pokok selama musim mudik, Pemkot Yogyakarta telah melakukan survei pasar dan menyiapkan langkah-langkah antisipasi, seperti:
- Mengecek ketersediaan bahan pangan di pasar tradisional, termasuk Pasar Beringharjo, Pasar Kranggan, dan Pasar Sentul.
- Menyiapkan loket khusus di pasar dengan harga barang yang telah ditetapkan untuk mengendalikan inflasi.
- Memantau harga gas LPG 3 kg, minyak goreng, beras, dan gula pasir untuk menghindari lonjakan harga.
Walikota Yogyakarta mengajak pemudik untuk lebih bijak dalam menggunakan rezekinya dengan membelanjakannya untuk kebutuhan produktif yang bisa membantu perekonomian lokal. Selain itu, kebersihan kota juga menjadi perhatian utama. Pemkot mengimbau wisatawan untuk:
- Menjaga kebersihan Malioboro dan area wisata lainnya.
- Mematuhi aturan larangan merokok di Malioboro agar tidak membuang puntung sembarangan.
- Tertib berlalu lintas untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Dengan berbagai upaya ini, Pemkot Yogyakarta berharap arus mudik dan kunjungan wisatawan selama Lebaran 2025 dapat berjalan dengan aman, tertib, dan nyaman bagi semua pihak.