Top
Begin typing your search above and press return to search.

Hadirkan penyair pesisir Pantura, RKBBR Balai Budaya Rejosari Kudus gelar tadarus puisi 

Guna merawat ekosistem sastra serta memperkenalkan puisi di wilayah pantura, sejumlah penyair dari berbagai daerah di wilayah pesisir pantai utara Jawa mengikuti kegiatan 'tadarus puisi' di RKBBR Rejosari Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus Jawa Tengah, Rabu malam (19/3).

Hadirkan penyair pesisir Pantura, RKBBR Balai Budaya Rejosari Kudus gelar tadarus puisi 
X
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.

Elshinta.com - Guna merawat ekosistem sastra serta memperkenalkan puisi di wilayah pantura, sejumlah penyair dari berbagai daerah di wilayah pesisir pantai utara Jawa mengikuti kegiatan 'tadarus puisi' di RKBBR Rejosari Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus Jawa Tengah, Rabu malam (19/3).

Penyair yang hadir diantaranya Adel Laila Fatmawati, khoirudin Sanjaya, Aloet Pathi, Arif Khilwa, Asa Jatmiko, Asyari Muhammad, Imam Khanafi, Ade Iswara, Lilis Shofiayanti dan Pipiek Isfianti.

Menurut panitia penyelenggara, Asa Jatmiko mengatakan kegiatan ini sebagai upaya membangun jejaring komunitas sastra dan memperkuat identitas Penyair dikawasan pesisir pantura. Selain juga sebagai ajang menuangkan ekspresi bagi penyair.

"Kami gelar kegiatan ini untuk menampilkan karya-karya dan menentukan arah puisi pesisiran. Selain menjadi ajang tahunan, kami juga ingin memberikan ruang bagi para penyair untuk menampilkan karya-karya mereka serta mendiskusikan arah dan masa depan puisi pesisiran", kata Irianto Gunawan dari perwakilan RKBBR Rejosari Kudus seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Kamis (20/3).

Cornel Innos dari G&T Pro mengatakan kegiatan ini dibuka untuk umum yang didukung dari berbagai komunitas sastra dan budaya. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan banyak generasi muda yang tertarik untuk mengembangkan dunia kepenyairan serta turut merawat tradisi sastra dipantura. Sebab wilayah Pati, Kudus dan Jepara atau pantura Jawa bukan sekedar jalur perdagangan dan perlintasan budaya juga ajang subur bagi perkembangan sastra khususnya puisi.

Ia mengungkapkan, meski sering dipandang berada dipingiran, dibandingkan Yogyakarta, Bandung atau Jakarta, puisi pantura sejatinya memiliki kharakteristik yang bisa menjadi identitas tersendiri dalam khazanah perpuisian Indonesia.

Kini, sudah saatnya puisi pantura meneguhkan diri sebagai aliran sastra yang mandiri dan berpengaruh.

Lebih lanjut, untuk mengukuhkan puisi pesisiran pantura dalam sastra Indonesia, terdapat beberapa langkah yang perlu dilakukan, salah satunya adalah membangun ruang dan komunitas sastra, menyelenggarakan Festival puisi, diskusi sastra dan kolaborasi memperluas jangkauan dari pengaruh puisi pantura. Dengan langkah-langkah ini, pantura tidak lagi hanya menjadi latar dalam peta sastra Indonesia tetapi bisa menjadi arus utama dengan karakter sastra pesisiran yang unik dan kuat.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire