Top
Begin typing your search above and press return to search.

Pulang kampung di Kudus, Mendikdasmen kunjungi sekolah rusak akibat banjir

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) A Mu'ti melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yang beberapa waktu lalu terdampak banjir.

Pulang kampung di Kudus, Mendikdasmen kunjungi sekolah rusak akibat banjir
X
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.

Elshinta.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) A Mu'ti melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yang beberapa waktu lalu terdampak banjir. Kunjungan saat pulang kampung ini dilakukan ke SD 01 Setrokalangan Kecamatan Kaliwungu dan SD 03 Pasuruhan Lor Kecamatan Jati Kabupaten Kudus.

Menurut Mu'ti kunjungan ke SD setrokalangan dan SD Pasuruhan lor ini untuk melihat kondisi bangunan sekolah yang rusak karena terdampak banjir. Ia juga melihat proses pembelajaran agar dapat memberikan masukan yang tepat di sekolah-sekolah tersebut. Sesuai program unggulan Presiden yang fokus menanggani sekolah yang rusak maka ke depan semua sekolah yang rusak akan dilakukan perbaikan.

"Kalau data yang disampaikan ke pusat dan masuk anggaran perbaikan pada tahun ini ada 10.440 sekolah yang rusak akibat bencana alam maupun bangunan yang sudah tua yang tersebar diseluruh Indonesia", katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Kamis (21/3).

Tetkait 10ribu lebih sekolah yang akan diperbaiki karena jumlahnya yang terbatas mska untuk sekolah di Kudus yang rusak akibat banjir, pihaknya berharap pemerintah Kabupaten Kudus sudah menyediakan anggaran perbaikan. Kalaupun tidak akan diupayakan dan didiskusikan agar bisa diperbaiki.

Disinggung mengenai rencana regrouping sekolah-sekolah yang jumlah siswanya sedikit. Ia menyatakan regrouping merupakan jalan keluar yang paling rasional dari sisi pembiayaan dan penganggaran.

"Pada saat regroping kami minta tetep memperhatikan lokasi utamanya sekolah dasar harus ada didesa masing-masing. Hal ini untuk penguatan nilai-nilai budaya setempat biar anak-anak mempunyai kohesi sosial yg tinggi. Jika anak sekolah jauh, mereka punya teman sekolah tapi tidak akan punya teman sekampung. Padahal keberadaan teman sekampung sangat penting untuk perkembangan dan pertumbuhan sosial anak-anak", imbuhnya

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire