Top
Begin typing your search above and press return to search.

Iftar Ramadan Dubes dan masyarakat Sri Lanka keturunan Jawa

Kedutaan Besar RI (KBRI) Sri Lanka, di Colombo beberapa waktu lalu menyelenggarakan acara iftar Ramadan atau berbuka puasa bersama dan silaturahmi dengan masyarakat keturunan Jawa di Jawa Jumma Mosque, Kinniya; termasuk berkunjung ke komunitas keturunan Jawa di Kenneth Jumma Mosque Andankulam, Trincomalee.

Iftar Ramadan Dubes dan masyarakat Sri Lanka keturunan Jawa
X
Duta Besar RI untuk Sri Lanka merangkap Maladewa, Dewi Gustina Tobing saat buka puasa bareng masyarakat Sri Lanka keturunan Indonesia, Sabtu (15/3/2026). Foto: KBRI Sri Lanka

Elshinta.com - Kedutaan Besar RI (KBRI) Sri Lanka, di Colombo beberapa waktu lalu menyelenggarakan acara iftar Ramadan atau berbuka puasa bersama dan silaturahmi dengan masyarakat keturunan Jawa di Jawa Jumma Mosque, Kinniya; termasuk berkunjung ke komunitas keturunan Jawa di Kenneth Jumma Mosque Andankulam, Trincomalee.

Dalam sambutannya, Duta Besar RI untuk Sri Lanka merangkap Maladewa, Dewi Gustina Tobing menyampaikan bahwa kunjungan KBRI Colombo ke komunitas keturunan Jawa di Kinniya dan Andankulam, Trincomalee; bertujuan mempererat tali silahturahmi dan persaudaraan serta selalu ingat dengan tanah leluhur Indonesia, demikian dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Elshinta.

Dalam kesempatan yang sama, tidak lupa Dubes Dewi mengajak untuk selalu menjunjung tinggi toleransi dan keharmonisan dalam kehidupan beragama serta menjaga kesehatan selama ibadah Ramadhan.

Sekedar membuka jejak sejarah, pada masa lalu, diketahui masyarakat keturunan Jawa di Kinniya pada umumnya berniaga mutiara dan gading. Rata-rata anggota masyarakat mempunyai catatan silsilah keturunan yang menyebut berasal dari pulau Jawa Indonesia.

Kinniya merupakan kota yang terletak di pinggir pantai sebelah timur Trincomalle, dan termasuk Provinsi bagian Timur Sri Lanka. Kota tersebut berjarak 240 km dari Colombo. Komunitas tersebut masih fasih berbahasa Melayu (bahasa komunikasi yang dipakai di Indonesia era abad 16-18).

Salah satu tokoh masyarakat Andankulam keturunan Jawa-Sumatera, Mr. Naleer Doolapandan menyampaikan bahwa mereka berasal dari Jawa dan Sumatera. Pada era kolonial Belanda di Sri Lanka (atau dulunya disebut Ceylon) antara abad 16 sampai dengan 17, beberapa tokoh atau keluarga atau pengikut bangsawan dari Indonesia yang menentang Belanda telah diasingkan atau diCeylonkan ke Sri Langka oleh Belanda. Mereka tersebar di beberapa wilayah Sri Lanka seperti Kandy, Kurunegala, Trincomalee, Kinniya dan Hambantota.

Salah satu tokoh masyarakat Kinniya keturunan Jawa, Mr. Nias, mengemukakan bahwa masyarakat keturunan Jawa di Kinniya telah membangun masjid yang bernama Masjid Jawa Jummah. Masjid itu berdiri sejak abad 16 dan disahkan keberadaannya di atas tanah hibah oleh Pemerintah Inggris pada tahun 1904. Pada 11 Juli 1959, Department of Muslim Religious and Cultural Affairs Pemerintah Sri Lanka menetapkan Mesjid Jawa Jummah sebagai Masjid yang terdaftar secara resmi yang beralamat di Jalan Jawa Kinniya, Trincomalle.

Masyarakat di Kinniya dan Andankulam berharap agar KBRI dapat terus melakukan kegiatan bersama dengan masyarakat di daerah tersebut baik dalam bentuk pentas seni budaya maupun kegiatan lainnya yang dapat mempererat kecintaan terhadap tanah leluhurnya di Indonesia.

Penulis: Vivi Trisnavia/Ter

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire