Ribuan pemudik jalur laut padati Pelabuhan Bima
PT Pelayaran Nasional Indonesia yang disingkat Pelni mencatat ada ribuan pemudik kapal laut memadati Pelabuhan Bima di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyapa penumpang kapal laut di Pelabuhan Bima, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, Jumat (21/3/2025). (ANTARA/HO-Diskominfotik NTB)Elshinta.com - PT Pelayaran Nasional Indonesia yang disingkat Pelni mencatat ada ribuan pemudik kapal laut memadati Pelabuhan Bima di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
"Mereka memilih mudik lebih awal agar menghindari kepadatan di puncak arus mudik sekaligus manfaatkan sisa puasa Ramadhan bersama dengan keluarganya," kata Kepala Pelni Cabang Bima, Agus Zuldi Hermawan, saat dihubungi di Bima, Sabtu.
Agus menuturkan ada 2.813 pemudik selama periode Maret 2025 yang masuk maupun datang di Pelabuhan Bima.
Ua memprediksi puncak mudik menggunakan kapal laut di Pelabuhan Bima berlangsung pada 22-23 Maret 2025, sedangkan puncak arus balik diproyeksikan terjadi pada 9 April 2025.
Para penumpang yang mudik dengan menumpang kapal laut berasal dari berbagai daerah di tanah air. Namun, pemudik paling dominan datang dari Kota Makassar (Sulawesi Selatan) dan Kota Bontang (Kalimantan Timur).
"Pemudik paling banyak dari Makassar dan Bontang," kata Agus.
Pelni mengimbau pemudik untuk datang lebih awal di Pelabuhan Bima dan memanfaatkan fitur pendaftaran secara daring yang ada di aplikasi Pelni Mobile agar tidak ada antrean panjang di pelabuhan
Penumpang diminta waspada terhadap calo yang memanfaatkan situasi Lebaran yang padat perjalanan.
"Kalaupun menemukan calo, kami sarankan agar melaporkan ke petugas kami," pungkas Agus.
Pelabuhan Bima merupakan salah satu jalur perdagangan di Indonesia yang dilewati transportasi laut. Rute kapal melintasi pelabuhan tersebut adalah kapal dari Pelabuhan Lembar di Pulau Lombok menuju Kota Bima, kapal dari Merauke menuju Surabaya, dan kapal dari Labuan Bajo menuju Kota Bima.




