Top
Begin typing your search above and press return to search.

Picu kegaduhan, 278 remaja konvoi sepeda motor 'diinapkan' di Polrestabes Semarang

Karena memicu kamacetan, mengganggu ketertiban lalu lintas, dan berpotensi menimbukan kegaduhan, maka 278 remaja yang melakukan konvoi sepeda motor digiring dan ditahan sementara di Markas Polres Semarang Barat.

Picu kegaduhan, 278 remaja konvoi sepeda motor diinapkan di Polrestabes Semarang
X
Sumber foto: Joko Hendrianto/elshinta.com.

Elshinta.com - Karena memicu kamacetan, mengganggu ketertiban lalu lintas, dan berpotensi menimbukan kegaduhan, maka 278 remaja yang melakukan konvoi sepeda motor digiring dan ditahan sementara di Markas Polres Semarang Barat pada Sabtu tengah malam hingga Minggu dini hari (22-23/3/2025).

Insiden itu terjadi ketika konvoi kelompok itu melintasi jalan raya dengan sengaja menggeber gas mereka sehingga menimbulkan kebisingan berebihan. Perilaku mereka di jalanan pun berlebihan. Remaja seperti ini di Semarang mendapat label sebagai "kreak". Jajaran polisi Polrestabes Semarang langsung turun tangan membubarkan arak-arakan sekaligus mengawal para remaja tersebut ke kantor Polisi Semarang Barat.

"Rombongan 'Kreak' akhirnya harus sahur di kantor polisi, dan Polisi Semarang dengan senang hati menyediakan sahur gratis," ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes M Syahduddi seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Senin (24/3).

Situasi yang tak terduga ini membuat personel polisi harus bergegas dan menyediakan makanan sahur yang cukup bagi para remaja yang ditahan. Petugas memastikan para remaja tersebut diberi makan sebelum matahari terbit.

Syahduddi merinci bahwa banyak yang terlibat berasal dari luar kota Semarang. Itu menunjukkan upaya terkoordinasi. Ia merinci asal remaja tersebut; yakni dari Kota Salatiga 4 orang, Kendal 14 orang, Kabupaten Semarang 10 orang, Pati 25 orang, Kudus 8 orang, Boyolali 4 orang, Grobogan 15 orang, Demak 23 orang, Temanggung 5 orang, Batang 2 orang, Magelang 5 orang, dan Solo 2 orang.

Penyelidikan atas insiden tersebut masih berlangsung.Polisi berencana memanggil orangtua dari 278 remaja yang terlibat dalam konvoi "Kreak". Insiden ini menjadi pengingat akan potensi gangguan yang terkait dengan konvoi "Kreak" selama bulan suci Ramadan.

"Kami berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Kami mengimbau masyarakat, khususnya para pemuda, untuk tidak melakukan tindakan yang merugikan orang lain. Jadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri dan melakukan hal-hal yang bermanfaat,” ujar Syahduddi.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire