Bertemu Pangdam IM, Haji Uma bahas situasi keamanan dan pembangunan Aceh
Senator Aceh H.Sudirman datangi Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayor Jenderal TNI Niko Fahrizal, M.Tr.(Han).

Elshinta.com - Senator Aceh H.Sudirman datangi Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayor Jenderal TNI Niko Fahrizal, M.Tr.(Han).
Agenda pertemuan kedua tokoh pejabat negara tersebut didampingi Staf Ahli DPD RI, Muhammad Daud.
"Pertemuan Haji Uma dengan Pangdam bukan agenda kusus malainkan silaturahmi biasa untuk menjalin kerjasama antara TNI dengan Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) untuk Daerah," jelas Haji Uma didampingi Mayor Daud, pada Kamis (27/3/2025).
Dalam pertemuan itu juga, Haji Uma berbagi cerita dan menaruh harapan dan dukungan kepada Pangdam IM untuk dapat bekerja sama dengan pihaknya dalam membangun daerah Aceh semakin banyak kemajuan.
Selain kerjasama terkait kemajuan daerah,H.Sudirman juga dapat apresiasi dari Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Niko Fahrizal membantu fasilitasi pemulangan para korban TPPO di luar negeri ke Aceh.
"Banyak warga Aceh terutama usia muda menjadi korban TPPO disejumlah negara seperti Myanmar, Laos, Kamboja maupun Filipina itu sudah kita pulangkan," ujar pemain Komedia Eumpang Breuh kepada Kontributor Elshinta, Hamdani, Jumat (28/3).
Sementara itu Pangdam Iskandar Muda Mayor Jenderal Niko Fahrizal mengatakan,komitmen nya sangat mendukungan seluruh program Komite 1 DPD RI untuk daerah, salah satu nya pencegahan Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) semakin marak terjadi di Aceh saat ini, " pintanya
"Tentu kita akan ikut membantu dalam hal ini dengan cara sosialisasi terkait TPPO ini kepada masyarakat melalui personil di setiap daerah, terutama Babinsa", ujar Mayjen TNI Niko Fahrizal, M.Tr.(Han), kepada Haji Uma
Kata Haji Uma kepada Pangdam IM Mayjend TNI Niko Fahrizal penyebab terjadi peningkatan kasus TPPO selama ini karena banyak Oknum Agen pekerja ilegal yang beroperasi mengajak masyarakat untuk bekerja diluar negeri dengan janji pendapatan gaji yang besar,sehingga banyak yang menjadi korban. Kondisi ini diperparah oleh rendahnya pemahaman masyarakat karena belum maksimalnya sosialisasi.
"Jadi Panglima, banyak agen beroperasi sehingga banyak warga terjerat karena dijanjikan gaji tinggi namun setiba disana dipekerjakan pada berbagai praktik ilegal seperti scammer dan judi online, mereka disiksa jika tidak memenuhi target. Hal ini diperburuk oleh rendahnya pemahaman karena minim sosialisasi," ujar Haji Uma.
Haji Uma sendiri dikenal sebagai sosok yang selama ini kerap membantu upaya advokasi dan proteksi terhadap warga Aceh yang menjadi korban TPPO diberbagai negara.
Kata Haji Uma selama ini pihaknya terus membantu warga aceh diluar negeri butuh pertolongan pihaknya baik penderita sakit maupun meninggal, lebih lebih korban TPPO
"Proses bantuan untuk korban TPPO tentunya proses advokasi melalui koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan KBRI," tutupnya.