6 April 2018: Tabrakan maut KA Sancaka dan truk tewaskan masinis
Elshinta.com - Kecelakaan tragis terjadi pada 6 April 2018 ketika Kereta Api (KA) Sancaka yang melayani rute Yogyakarta-Surabaya Gubeng menabrak sebuah truk trailer di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Peristiwa ini mengakibatkan masinis KA Sancaka, Mustofa, meninggal dunia, sementara asisten masinis mengalami luka berat. Lokomotif kereta terguling, dan beberapa rangkaian kereta lainnya anjlok akibat benturan keras dengan truk yang melintang di rel.

Elshinta.com - Kecelakaan tragis terjadi pada 6 April 2018 ketika Kereta Api (KA) Sancaka yang melayani rute Yogyakarta-Surabaya Gubeng menabrak sebuah truk trailer di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Peristiwa ini mengakibatkan masinis KA Sancaka, Mustofa, meninggal dunia, sementara asisten masinis mengalami luka berat. Lokomotif kereta terguling, dan beberapa rangkaian kereta lainnya anjlok akibat benturan keras dengan truk yang melintang di rel.
Kecelakaan ini bermula ketika truk trailer yang mengangkut bantalan rel proyek jalur ganda melintas di perlintasan sebidang sekitar pukul 18.00 WIB. Saat mencoba keluar dari area proyek, roda truk tersangkut di rel dan tidak dapat bergerak. Selama kurang lebih delapan menit, sopir dan beberapa pekerja berusaha mengeluarkan truk, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Pada pukul 18.25 WIB, KA Sancaka dengan kecepatan tinggi melintas dan menabrak truk yang masih berada di jalur kereta.
Benturan hebat antara kereta dan truk menyebabkan lokomotif CC 201 83 49 mengalami kerusakan parah hingga akhirnya dirucat pada Mei 2023. Selain itu, beberapa kereta eksekutif dan kereta pembangkit turut mengalami kerusakan signifikan. Beruntung, sopir truk berhasil menyelamatkan diri sebelum tabrakan terjadi. Namun, dampak kecelakaan ini cukup besar karena perjalanan KA Sancaka harus dihentikan sementara untuk evakuasi dan perbaikan jalur rel yang rusak.
Penyebab utama kecelakaan ini diduga karena kurangnya koordinasi antara pihak proyek dan operator kereta api terkait prosedur keluar-masuk kendaraan berat di perlintasan sebidang. Kurangnya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat dalam proyek ini mengakibatkan truk berada di jalur kereta tanpa adanya tindakan pencegahan yang memadai. Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan di perlintasan sebidang serta perlunya evaluasi terhadap sistem keamanan transportasi rel agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.