Top
Begin typing your search above and press return to search.

Nikmatnya diaspora Indonesia rayakan Idulfitri di Kenya

Meski penduduk muslim di Kenya hanya sekitar 11 persen dari total populasi di sana, suasana Hari Raya Idulfitri, Senin (31/3/2025) terasa semarak dirasakan WNI dan diaspora Indonesia di Kenya. WNI dan diaspora Indonesia berbondong-bondong datang ke KBRI Nairobi menjalankan ibadah Shalat Id dan mengikuti perayaan Lebaran yang dibungkus dalam kegiatan Pembinaan Masyarakat dan Halal Bihalal.

Nikmatnya diaspora Indonesia rayakan Idulfitri di Kenya
X
Idulfitri 1446 H atau Lebaran 2025 para diaspora Indonesia di Nairobi, Kenya, Senin (31/3/2025). Foto: KBRI Nairobi

Elshinta.com - Meski penduduk muslim di Kenya hanya sekitar 11 persen dari total populasi di sana, suasana Hari Raya Idulfitri 1446 H, Senin (31/3/2025) terasa semarak dirasakan WNI dan diaspora Indonesia di Kenya. WNI dan diaspora Indonesia berbondong-bondong datang ke KBRI Nairobi menjalankan ibadah Shalat Id dan mengikuti perayaan Lebaran yang dibungkus dalam kegiatan Pembinaan Masyarakat dan Halal Bihalal.

Pada Idulfitri kali ini, KBRI Nairobi mengundang Ustaz Ahmed Abdel A.A. yang bekerja sebagai pengajar pada Sequoia International School di Runda, sebagai imam dan khatib salat Id dengan mengangkat tema “Kembali Fitrah”.

Ustaz menekankan bahwa umat Islam Indonesia sebagai bagian dari kaum muslimin dunia berkewajiban membangun, memperkuat dan menebarkan nilai-nilai qurani, yaitu perdamaian, ketinggian budi, dan kemanfaatan bagi kesejahteraan umat manusia (rahmatan lil alamin).

Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Nairobi, Danny Rahdiansyah, menyampaikan bahwa Hari Raya Idulfitri adalah hari di mana manusia kembali pada fitrahnya yang suci dan bersih. “Nilai-nilai Idulfitri ini membawa semua pada keutamaan, perdamaian, dan kesejahteraan bagi bangsa Indonesia yang pada tahap ini telah memasuki babak baru pembangunan nasional yang perlu didukung bersama oleh seluruh elemen bangsa yang bersatu dan damai”, ujarnya.

“Kehadiran para WNI dan diaspora Indonesia mencerminkan eratnya solidaritas dan kebersamaan di perantauan, terutama dalam suasana Idulfitri. Semoga momen ini menjadi ajang silaturahim, tidak hanya di antara WNI tetapi juga dengan diaspora dan kolega negara sahabat”, imbuhnya.

KUAI Danny Rahdiansyah juga menghimbau seluruh masyarakat Indonesia di Kenya, dan 3 negara rangkapan KBRI Nairobi, yaitu: Uganda, Somalia, dan DR Congo, agar senantiasa waspada dan selalu menjaga diri agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan dan mara bahaya dan bencana, termasuk wabah penyakit, yang seringkali terjadi secara tiba-tiba, serta mengingatkan kembali agar para WNI tidak segan-segan untuk menyampaikan informasi penting mengenai keberadaana atau kondisi WNI melalui telepon hot line KBRI Nairobi.

Usai pelaksanaan salat dan khutbah Idulfitri masyarakat yang terdiri dari pekerja professional, dan keluarga besar KBRI Nairobi berbaur dalam ramah tamah dan menyantap berbagai masakan khas lebaran di tanah air. Kudapan terdiri dari kudapan ringan seperti martabak, kue lapis legit, cilok, dan es melon selasih, hingga lontong opor komplit dan rendang dengan sambal goreng dan krupuk yang sangat dirindukan oleh masyarakat Indonesia di Kenya.

Tampak hadir pula para suster dan pendeta WNI yang telah mukim puluhan tahun di Kenya ikut memeriahkan kegiatan Open House/Halal Bihalal kali ini. Tidak ketinggalan juga beberapa warga asing yang ingin merasakan semaraknya perayaan Idulfitri khas Indonesia.

Pelaksana Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya 2 KBRI Nairobi, M. Farhan Faruq menyampaikan bahwa semangat kebersamaan, kehangatan, dan menjadi insan yang lebih baik menjadi tema utama yang menyelimuti seluruh acara. Melalui pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai silaturahmi dan persaudaraan terus mengakar kuat di hati masyarakat Indonesia meskipun berada jauh dari Tanah Air.

“Perayaan Idulfitri kali ini diselenggarakan dengan sederhana, tetapi tanpa mengurangi nilai istimewa Lebaran yang dipenuhi suasana harmonis, rukun, damai, yang merupakan momen yang indah untuk saling memaafkan serta mempererat tali silaturahim di antara para WNI dan diaspora Indonesia”, ungkap Kordinator Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Nairobi, R. Wisnu Lombardwinanto.

Sebelumnya, selama bulan Ramadhan, KBRI Nairobi bersama masyarakat Indonesia telah melaksanakan berbagai kegiatan, antara lain buka puasa bersama para WNI dan diaspora Indonesia di kota Mombasa, yang di antaranya adalah para awak kapal (ABK), serta pelayanan (warung) konsuler di kantong-kantong wilayah tempat tinggal para WNI di Kenya.

Penulis: Vivi Trisnavia/Ter

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire