Meriah, Gerebeg Ketupat, warga berebut ketupat isi uang
Untuk pertama kalinya, Pemerintah Kabupaten Magelang mengadakan 'Gerebeg Ketupat', sebuah tradisi yang sebelumnya dilakukan warga Dusun Dawung, Desa Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan.

Elshinta.com - Untuk pertama kalinya, Pemerintah Kabupaten Magelang mengadakan 'Gerebeg Ketupat', sebuah tradisi yang sebelumnya dilakukan warga Dusun Dawung, Desa Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan. Event yang berlangsung di lapanan Soepardi Sawitan, Minggu (6/4) berlangsung sangat meriah. Ribuan warga tumpah ruah datang untuk berebut kelontong ketupat berisi uang antara Rp5 ribu hingga Rp100 ribu.
Gerebeg Ketupat terasa istimewa karena dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono dan anggota DPR RI Vita Ervina. Juga jajaran Forkompimda Kabupaten Magelang, serta Wali Kota Magelang Damar Prasetyono dan Wakil Wali Kota dr Sri Harso.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengatakan, Gerebeg Ketupat akan dijadikan event tahunan saat lebaran. Kegiatan ini dijadikan ajang silaturahmi seluruh elemen masyarakat, juga sebagai ajang promosi wisata sekitar Candi Borobudur.
"Agar orang tidak hanya tertuju pada Candi Borobudur saja, namun banyak tempat dan event-event yang bisa dijadikan destinasi wisata," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati, Selasa (8/4).
Disisi lain, untuk menumbuhkan roda perekonomian masyarakat melalui UMKM. "Kita lihat banyak warga yang jualan dan laku semuanya," kata Grengseng.
Koordinator Gerebeg Ketupat, Tri Setyo Nugroho atau Gepeng mengatakan, ada sekitar 6.000 selongsong ketupat yang dipsang di lima buah gunungan. Ada satu gunungan Ageng dan empat gunungan Karaharjan.
Makna dari gerebeg ketupat itu sendiri adalah mengaku lepat atau bersalah pada momen Lebaran ini. Juga menjadi simbol untuk sarana introspeksi. "Masyarakat bisa "menggerebek" kesalahan tersebut, sehingga terjadi dinamika dalam bermasyarakat yang saling memaafkan," katanya.
Gunungan Ketupat Ageng yang memiliki tinggi sekitar 3,5 meter, diarak dari Rumah Dinas Bupati Magelang, diiringi para bergodo (prajurit) menuju lapangan sawitan. Sedangkan empat gunungan Karaharjan mempunyai tinggi sekitar 3 meter diarak dari halaman parkir MAJT. diiringi dengan kesenian-kesenian tradisional Magelang.
Gunungan Ageng menyimbolkan pemangku wilayah, sedangkan gunungan Karaharjan mempunyai arti rasa syukur masyarakat atas kemakmuran yang diterima.