Menteri LH minta kawasan industri segera beralih ke gas untuk tekan polusi
Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq mendorong kawasan industri untuk segera beralih dari batu bara ke gas demi menekan polusi udara di Jakarta. Ia juga menekankan pentingnya kesiapan industri dan penegakan aturan lingkungan.

Elshinta.com - Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, meminta kawasan industri untuk segera mempercepat konversi penggunaan batu bara menjadi gas sebagai upaya meningkatkan kualitas udara, khususnya di wilayah Jakarta.
"Yang paling utama adalah kesiapan mereka untuk mengonversi dari batu bara ke gas. Perubahan polusinya sangat kentara. Kami akan mengimbau terlebih dahulu," ujar Hanif di Jakarta, Kamis.
Hanif menjelaskan, imbauan ini bertujuan agar kawasan industri mulai melakukan persiapan, termasuk melakukan konversi peralatan agar dapat menggunakan gas sebagai energi pengganti batu bara.
Ia menambahkan, saat ini jalur distribusi gas sudah menjangkau seluruh kawasan industri. Oleh karena itu, tidak ada kendala teknis terkait penyaluran gas untuk kebutuhan industri tersebut.
"Konversi ini akan sangat berdampak pada peningkatan kualitas udara Jakarta, khususnya dari sisi boiler. Boiler berkontribusi sekitar 16–20 persen terhadap polusi udara," lanjut Hanif, seperti yang dilaporkan Kontributor Elshinta, Irza Farel.
Selain itu, Hanif menyoroti pentingnya pengawasan yang telah dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terhadap kepatuhan industri terhadap regulasi lingkungan. Langkah ini menjadi kunci dalam menghadapi berbagai isu pencemaran.
Ia juga menegaskan bahwa penegakan hukum akan menjadi opsi terakhir bagi industri yang tidak mematuhi aturan. Pendekatan pencegahan dan pembinaan akan lebih diutamakan guna memastikan kepatuhan.
Pada kesempatan yang sama, Hanif juga mengimbau pengelola kawasan industri untuk segera menyiapkan Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) sebagai bentuk antisipasi potensi peningkatan polusi udara menjelang musim kemarau.