Disdik Tangerang pastikan KBM mulai efektif usai libur Lebaran
Elshinta.com - Dinas Pendidikan Kota Tangerang Banten memastikan kegiatan belajar mengajar telah berjalan efektif usai siswa aktif kembali setelah masa liburan sekolah terkait Lebaran.

Elshinta.com - Dinas Pendidikan Kota Tangerang Banten memastikan kegiatan belajar mengajar telah berjalan efektif usai siswa aktif kembali setelah masa liburan sekolah terkait Lebaran.
"Hasil pendataan yang dilakukan di seluruh sekolah, tingkat kehadiran siswa mencapai 100 persen dan semuanya langsung melaksanakan kegiatan belajar mengajar seperti biasa," kata Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Tangerang Jamaluddin di Tangerang, Sabtu.
Sebelumnya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang libur sekolah di bulan Ramadhan yakni pada 21 Maret 2025 dan masuk kembali pada 9 April 2025 atau secara total siswa akan libur selama 28 hari.
Jamaluddin mengatakan para siswa juga mengaku antusias mengikuti KBM sejak hari pertama dan guru langsung mulai menjalankan KBM seperti biasanya.
"KBM sudah efektif seperti biasa dan anak-anak terlihat sangat antusias untuk kembali belajar," ujarnya.
Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tangerang 6 Liestya Kusuma Sari menambahkan pihaknya telah menyiapkan beberapa langkah strategis untuk menjamin proses belajar mengajar kembali berjalan secara efektif seperti tugas tambahan untuk mengejar tercapainya target kurikulum.
"Sebab pada musim libur panjang Lebaran kemarin berdekatan dengan rencana Penilaian Tengah Semester (PTS) yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat," katanya.
Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan menambahkan telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sekolah SMKN 5 dan SMPN 23 Kota Tangerang dan semuanya berjalan lancar.
Ia juga menegaskan pentingnya kesiapan sekolah-sekolah dalam menghadapi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2025.
“Saya sudah berkoordinasi dengan kepala sekolah agar mempersiapkan secara matang, baik dari segi fasilitas, kapasitas siswa, hingga jumlah Rombongan Belajar (Rombel). Harapannya, seluruh sekolah negeri siap menampung siswa baru dengan maksimal,” kata Maryono.