Top
Begin typing your search above and press return to search.

Mendiang konglomerat Murdaya Po akan dikremasi secara tradisional di Borobudur

Mendiang koglomerat Murdaya Widyawimarta Po akan dikremasi di Vihara Graha Padmasambava Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada 7 Mei yang akan datang.

Mendiang konglomerat Murdaya Po akan dikremasi secara tradisional di Borobudur
X
Sumber foto: Kurniawati/elshinta.com.

Elshinta.com - Mendiang koglomerat Murdaya Widyawimarta Po akan dikremasi di Vihara Graha Padmasambava Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada 7 Mei yang akan datang. Vihara ini terletak tidak jauh dari Candi Borobudur. Rencananya, kremasi akan dilaksanakan secara tradisional sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada mendiang.

"Pelaksanaan persemayaman dan kremasi di Borobudur merupakan wasiat dari almarhum semasa hidup," demikian diungkapkan Prajna Murdaya, putra kedua pasangan Murdaya Po dan Siti Hartati Murdaya di vihara Griya Vipasana valokistavara, sesaat setelah jenazah almarhum tiba, Senin (14/4) malam.

Prajna mengatakan, kremasi nantinya akan dilakukan secara tradisional dengan mendatangkan bikhu dari India yang sudah akrab dengan keluarga Murdaya. Selain itu akan dibantu bikhu dari Indonesia.

Dia mengemukakan, sebelum meninggal dunia, seluruh keluarga berkumpul dan mendoakan. "Kurang lebih satu jam kami mendoakan beliau dan tak lama kemudian, satu atau dua menit, ayah meninggal," ungkapnya.

Ayahya meninggal dunia ditengah-tengah keluarga yang menyayangi. Bahkan ayahnya nampak meninggal dalam keadaan bahagia.

Sebelum mengembuskan nafas terakhirnya, almarhum menderita kanker sejak Februari 2023. Ia mengidap kaner antara ginjal dan saluran kemih yang. "Kankernya sudah menyebar ke seluruh tubuh, sehingga tubuhnya lemah dan mudah terkena infeksi," ujarnya.

Berbagai pengobatan telah diupayakan, seperti berobat di Amerika serikat dan Singapura. "Keadaan sempat membaik, namun karena kanker Sudah menyebar dan membuat tubuh semakin lemah," katanya.

Prajna Murdaya menambahkan, ia mengenal sosok ayahnya sebagai orang yang sangat baik. Suka menolong sesame tanpa memandang bulu.

Hal yang selalu diingat, ayahnya selalu berpesan kepada putra-putrinya untuk selalu hidup rukun. Ayahnya memiliki 4 orang anak, putra dan putri masing-masing 2 orang.

Nasehat lain yang selalu ditekankan adalah setiap ada masalah harus dihadapi. "Harus selalu tekun dan optimis, maka masalah bisa di hadapi," tutur Prajna seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati, Selasa (15/4).

Ia mengatakan, ayahnya ingin dikremasi di Borobudur karena punya keterikatan dengan candi Budha terbesar di dunia ini, termasuk saat perayaan Tri Suci Waisak.

Disisi lain ia mengungkapkan, jenazah ayahnya sudah diberi suntikan cairan formalin khusus sehingga bisa awet hingga satu bulan.Sebelum di terbangan di Indonesia, almarhum di tempatkan di ruang ber AC.

Jenazah tiba di GVA Mendut pada Senin (14/4) sekitar pukul 20.38 WIB langsung dari Singapura. Tiba di GVA disambut oleh umat Budha dan berbagai komunitas dengan menggelar doa.

Istri almarhum, Siti Hartati Murdaya Nampak tegar dengan kepergian sang suami tercinta. Ia sempat menyampaikan kepada para pelayat, upaya yang telah diperjuangkan oleh keluarga untuk mengobati suaminya.

Humas Walubi, Erica Fernando mengatakan, selama di semayamkan di Vihara Mendut, masyarakat luas diberi kesempatan untuk memberikan penghormatan. Jenazah kan disemayamkan hingga 6 Mei yang akan dating, sebelum di kremasi tanggal 7 Mei.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire