Top
Begin typing your search above and press return to search.

Dua tokoh nasional melayat mendiang konglomerat Murdaya Po

Dua tokoh nasional Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Dahlan Iskan (mantan Menteri BUMN) nampak melayat di Vihara Griya Vipasana Avalokitesvara, Mendut, Mungkid, tempat mendiang konglomerat Murdaya Widyawimarta Po disemayamkan.

Dua tokoh nasional melayat mendiang konglomerat Murdaya Po
X
Sumber foto: Kurniawati/elshinta.com.

Elshinta.com - Dua tokoh nasional Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Dahlan Iskan (mantan Menteri BUMN) nampak melayat di Vihara Griya Vipasana Avalokitesvara, Mendut, Mungkid, tempat mendiang konglomerat Murdaya Widyawimarta Po disemayamkan, Selasa (15/4/2024). Dua tokoh ini datang di waktu yang tidak bersamaan. Dahlan disertai istri datang lebih dahulu, tak lama kemudian Ahok juga disertai istri.

Ahok, yang mantan Komisaris Pertamina juga disertai istri ini untuk yang kedua kali, Ahok melayat mendiang Murdaya Po.

Banyak alasan hingga Ahok melayat dua kali, pertama di Singapura dan berikutnya di Magelang. "Mendiang sudah saya anggap orang tua, guru maupun pelatih saya sendiri," katanya di sela-sela melayat.

Ahok mengatakan, sudah enam tahun terakhir ini, dia selalu menemani Pak Murdaya."Beliau ini teman makan, teman jalan dan sudah seperti orang tua sendiri," ucapnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati, Rabu (16/4).

Dalam waktu satu minggu bisa bertemu 4 sampai lima kali. Menurutnya, banyak pelajaran yang diajarkan oleh mendiang kepadanya, seperti tentang filsafat hidup, dan juga mengajarkan soal berdagang.

"Saya juga diajari olahraga golf," ujarnya.

Menurutnya, olahraga golf sebagai sarana latihan menahan diri. Mendiang juga pernah berpesan untuk mengurangi keinginan dan memperbanyak berbuat baik.

Satu hal yang diajarkan mendiang dan selalu diingat adalah bagaimana harus berempati kepada orang lain. Apabila menjadi pengusaha, jangan hanya berpikir mencari uang, namun lebih kepada membuka lapangan pekerjaan sehingga bisa menampung banyak tenaga kerja.

Ahokpun mengenang apa yang pernah diucapkan mendiang kepadanya. Misalnya, contoh kayak perusahaan lagi susah. "Saya bilang, Om kenapa nggak ditutup? Ya dong kalau ada 5 jari satu yang nggak bagus kan potong gitu ya. Ini udah rugi gitu loh. Kok dipertahankan, nggak ada PHK. Beliau bilang, kita jadi pengusaha itu bukan cari uang sebetulnya., tapi membuka lapangan kerja.
Kalau mau cari uang, saya jual aja, saya taruh deposito, tidur aja. Nggak usah lagi ada bisnis. Justru kita jadi pengusaha itu, kenapa terus buka, dapat untung, buka lagi, untung, buka lagi, supaya bisa menampung banyak tenaga kerja. Itu konsep yang diajarkan beliau," katanya.

Sementara itu, Mantan mentri BUMN di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Dahlan Iskan, juga nampak melayat mendiang Murdaya Poo. Dahlan mengatakan, bahwa antara dirinya dengan mendiang sama-sama berada di pemikiran pluralis.

Saat dirinya saat menjadi menteri BUMN pernah diminta mendiang untuk memberi sambutan atas nama umat Budha. Namun ia mengaku sudah lupa isi sambutan yang disampaikan, karena sudah berlangsung lama.

Terakhir bertemu dengan mendiang Murdaya Po saat masih dirawat di Singapura beberapa bulan lalu. Dalam obrolannya, mendiang sempat mengaku merasa bangga, karena saat menjadi anggota DPR RI berhasil memperjuangkan UU anti diskriminasi.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire