Top
Begin typing your search above and press return to search.

Ini tips sehat jemaah haji 2025 di musim panas

Kementerian kesehatan mengingatkan calon jemaah haji untuk menjaga kesehatan agar bisa menjalankan haji dengan lancar. Upaya itu perlu dilakukan mulai saat masih di tanah air hingga saat di tanah suci.

Ini tips sehat jemaah haji 2025 di musim panas
X
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Lilie Marhaendro Susilo dalam Bimtek Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang digelar Kemenag, di Asrama Haji Jakarta, Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (16/4/2025).. Foto: Rama Pamungkas

Elshinta.com - Kementerian kesehatan mengingatkan calon jemaah haji untuk menjaga kesehatan agar bisa menjalankan haji dengan lancar. Upaya itu perlu dilakukan mulai saat masih di tanah air hingga saat di tanah suci.

"Dari sekarang mesti kita siapkan. Jemaah mesti aktivitas rutin di rumah. Aktivitas fisik itu 30 menit saja. Habis sholat subuh, jalan ringan aja 30 menit. Itu rutin kan," ujar Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Lilie Marhaendro Susilo dalam Bimtek Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang digelar Kemenag, di Asrama Haji Jakarta, Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (16/4/2025).

Lilie mengingatkan, cuaca di tanah suci cukup panas. Terlebih saat ini masih memasuki musim panas. Menurutnya, calon jemaah haji harus rutin mengkonsumsi air putih. "Minimal 2 liter setiap hari. Makan minumnya dijaga," ujarnya.

Jemaah katanya juga harus mengurangi konsumsi garam, makanan berlemak, asin dan manis.

"Apalagi kalau yang sudah punya diabetes, punya potensi gitu. Jadi hidupnya mesti di gerakan hidup sehat mulai dihidupkan. Dan itu makanannya banyakin sayuran, buah-buahan," tandasnya.

"Karbohidratnya dikurangin. Proteinnya dicukupkan. Supaya benar-benar nutrisi yang masuk itu sesuai dengan kebutuhannya, dan tidur cukup," tambahnya.

Lilie juga mengingatkan calon jemaah haji tetap menjaga kebugaran jelang keberangkatan ke Tanah suci. Persoalan yang kadang ditemukan, kata dia, yakni calon jamaah haji yang menggelar Walimatusyafar di detik akhir jelang keberangkatan.

"Walimatusyafar terakhir kalau bisa seminggu sebelum berangkat. Jangan sampai sehari sebelum berangkat masih walimatusyafar. Kita masih temui tahun lalu itu di embarkasi jemaah sudah dalam kondisi kelelahan karena walimatusyafar," tandasnya.

Penulis: Rama Pamungkas/Ter

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire